Suara.com - DPR dan pemerintah telah menggelar rapat kerja pada Sabtu (03/10/2020) malam, untuk membahas pengambilan keputusan tingkat I Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
Setelah selesai dibahas, RUU Cipta Kerja tersebut tinggal disahkan saat Rapat Paripurna pada Kamis, 8 Oktober 2020 mendatang untuk kemudian diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
RUU Cipta Kerja tersebut melengkapi daftar undang-undang yang dinilai bermasalah oleh banyak kalangan, setelah sebelumya UU KPK yang juga dinilai bermasalah.
Sorotan kemudian datang dari berbagai pihak salah satunya dari Mantan Pimpinan KPK Laode M Syarif.
"UU @KPK_RI, UU Minerba, UU Cipta Kerja. Semua berjalan mulus bahkan dibahas sampai tengah malam," kata L melalui akun Twitternya @LaodeMSyarif.
Kicauan Laode itu pun langsung disambar oleh pegiat anti korupsi lainnya yakni Novel Baswedan melalui akun Twitter @nazaqistsha.
"Untuk kepentingan siapa ini? Yang jelas tidak untuk masyarakat," ujar Novel menambahkan keresahan Laode.
Menurut Novel dampak dari disahkannya Undang-undang tadi akan merugikan negara dan masyarakat.
"Sudah cukup ngawurnya, kasihan bangsa ini," lanjut Novel tegas.
Baca Juga: Mobil Berpelat Dinas Militer Digunakan Sipil, Ini Pendapat Komisi I DPR
Hingga artikel ini dibuat, kegelisahan Novel tersebut telah mendapat 2,6 ribu likes dari warganet dan mendapat ratusan komentar.
"Setiap anggota DPR mewakili ribuan amanat masyarakat, di dunia ini mereka bisa berteater sesuai dengan yang mereka inginkan, tapi kelak di akhirat masyarakat yang mereka wakili akan menagih janji-janji mereka. Ingat pengadilan yang maha kuasa adalah seadil-adilnya pengadilan, dan azab itu sangat pedih," kata akun @jmlle***
"Tetap suara mereka terbanyak bang di DPR, ada anggota DPR yang lurus dan berpihak tetap kalah oleh gerombolan mereka yang berseberangan!" ujar warganet lainnya dengan akun @depri***
Sejalan dengan mereka, pemilik akun @Supera*** juga mengungkapkan kemirisannya.
"Kayaknya para wakil rakyat dah paham betul warga +62 cuma bisa ngeluh dan ribut di sosmed. Makanya semua keputusan yang merugikan rakyat tetep jalan terooss. Gak bakal ada yang berani aksi," ucapnya.
Berita Terkait
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
-
Pemerintah Dorong Kampus Kelola MBG, DPR: Jangan Sampai Ganggu Fokus Pendidikan
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan
-
Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI
-
DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Kemendagri Klarifikasi Informasi Penggunaan KTP-el dan Fotokopi Identitas
-
DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas
-
Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia
-
Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel
-
Pemerintah Dorong Kampus Kelola MBG, DPR: Jangan Sampai Ganggu Fokus Pendidikan
-
Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia
-
Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!
-
KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus
-
RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan