Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah dirawat karena Covid-19 meninggalkan rumah sakit militer pada Minggu (4/10) untuk menyapa para pendukungnya.
Menyadur Channel News Asia, Trump yang berada di dalam mobil, terlihat melambaikan tangan kepada para pndukungnya yang berkumpul di luar Pusat Medis Walter Reed, Maryland.
Dalam mobil yang dinaiki Trump, nampak dua orang berada di kursi depan.
Sesaat sebelum perjalanan singkat itu, presiden mengunggah video di Twitter, mengatakan dia akan memberikan sedikit kejutan kepada "beberapa patriot hebat yang ada di jalanan."
Juru bicara Gedung Putih Judd Deere menyebut aksi Trump sebagai iring-iringan singkat untuk menyapa para pendukungnya, di mana setelahnya, sang presiden langsung kembali ke kamarnya di rumah sakit.
"Tindakan pencegahan yang tepat telah dilakukan," ujar Deere mengacu pada upaya perlindungan untuk Trump maupun pendukung telah diambil sebelum memulai perjalanan singkat itu.
Juru bicara juga menambahkan aksi menyapa pendukung itu telah mendapatkan izin dari para tim medis, menyebutnya aman dilakukan.
Tuai kritikan
Langkah Trump untuk keluar dari kamarnya di rumah sakit dalam kondisi sedang terinfeksi virus corona ini memicu kritik dari ahli medis, mengatakan hal tersebut membahayakan orang lain.
Baca Juga: Kawasan Pasar Bawah di Lahat Dilahap Api, 81 Rumah Jadi Korban
Kritik disebutkan juga datang dari seorang dokter yang merawat Trump di Walter Reed.
Para ahli menyebut apa yang dilakukan Trump melanggar pedoman kesehatan publik pemerintahannya sendiri yang mengharuskan pasien diisolasi saat dalam perawatan Covid-19.
Aksi Trump ini dikhawatitkan dapat menularkan virus dan membahayakan para petugas secret service.
"Setiap orang di dalam kendaraan selama 'drive-by' presiden yang sama sekali tidak perlu itu sekarang harus dikarantina selama 14 hari," cuit James Philips, asisten profesor kedokteran Universitas George Washington, melalui Twitter.
Philips lebih lanjut menyebut para staf itu berkemungkinan tertular dan membahayakan nyawa mereka untuk melakukan "teater politik Trump".
"Membuat agen Secret Service-nya mengemudi dengan pasien COVID-19, dengan jendela terbuka, menempatkan mereka pada risiko infeksi yang tidak perlu. Dan untuk apa? Aksi humas," cuit Zeke Emanuel, ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan Universitas Pennsylvania.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga
-
KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp
-
Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone
-
Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas
-
Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara