Suara.com - Minat terhadap kebudayaan Indonesia meningkat di Eropa. Salah satu buktinya adalah diresmikannya Indonesia Corner di Universitas Wina.
Dilansir ANTARA, Duta Besar Indonesia untuk Austria, Slovenia dan PBB, Dr. Darmansjah Djumala, meresmikan Indonesia Corner di Perpustakaan Departemen Antropologi Sosial dan Budaya, Universitas Wina, yang merupakan hasil kerja sama KBRI/PTRI Wina dengan Departemen Antropologi Sosial dan Budaya, Universitas Wina, Selasa (6/10).
Peresmian Indonesia Corner bertepatan dengan pembukaan dan dimulainya Kelas Bahasa Indonesia Winter Semester 2020, demikian keterangan KBRI/PTRI Wina yang diterima Antara London, Rabu.
Indonesia Corner akan melengkapi koleksi buku-buku mengenai Indonesia di perpustakaan Departemen Antropologi Sosial dan Budaya, Universitas Wina.
KBRI/PTRI Wina menyumbangkan sejumlah buku Indonesia dari berbagai bidang seperti politik, sosial, ekonomi, budaya dan pengetahuan umum mengenai Indonesia sebagai tambahan koleksi di perpustakaan tersebut.
“Saya yakin Indonesia Corner akan menginspirasi para siswa untuk menggali lebih dalam mengenai Indonesia, dan memperkuat kerja sama serta hubungan people-to-people contact antara Indonesia dan Austria di masa yang akan datang,” ujar Dubes Djumala usai peresmian Indonesia Corner secara virtual.
Komitmen Indonesia untuk menambah koleksi buku-buku tentang Indonesia dari berbagai aspek pengetahuan akan mendorong minat mahasiswa Austria untuk mempelajari dan lebih mengenal Indonesia, sehingga mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
"Inisiasi KBRI/PTRI Wina membuka Indonesia Corner dan menampilkan buku-buku mengenai Indonesia di perpustakaan kami merupakan langkah yang patut dipuji mempromosikan negara Indonesia," kata Kepala Departemen Antropologi Sosial dan Budaya, Universitas Wina, Peter Sweitzer.
Perpustakaan Departemen Antropologi Sosial dan Budaya, Universitas Wina memiliki koleksi buku mengenai Indonesia, baik dalam bahasa Inggris, bahasa Jerman maupun bahasa Jawa kuno yang ditulis pada tahun 1800an hingga sekarang.
Baca Juga: Bule Jerman Ngamuk di Denpasar Bali, Stres Pandemi Corona Tak Beres-beres
Berita Terkait
-
Memperkuat Diplomasi Budaya, Indonesian Corner Dibuka di Islamabad
-
Minat Baca Tinggi, Akses Belum Merata: Akar Masalah Literasi di Indonesia
-
Jadwal Liga Jerman 22-23 November 2025, Misi Berat Kevin Diks Hadapi FC Heidenheim
-
Mohamed Salah Disebut Jadi Biang Masalah di Balik Melempemnya Florian Wirtz Bersama Liverpool
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa: 12 Negara Lolos Otomatis, 16 Melaju ke Play-off
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
-
Viral Tumbler Tuku di Jagat Maya, Berapa Sebenarnya Harganya? Ini Daftar Lengkapnya
Terkini
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi
-
Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu
-
Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Benarkah Pipa PAM Jaya Jadi Solusi?
-
Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?
-
Gus Ipul Bantah Siap Jadi Plh Ketum PBNU, Sebut Banyak yang Lebih Layak