Suara.com - Universitas Terbuka, hari ini Sabtu, (10/10/2020) menggelar wisuda kepada 19 pekerja migran di Korea Selatan. Prosesi wisuda tersebut dilakukan secara virtual.
Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat mengapresiasi para pekerja migran yang telah mampu menuntaskan pendidikannya dengan baik. Menurut Ojat, bukan hal yang mudah menjalankan perkuliahan sambil bekerja. Namun para pekerja migran telah berhasil.
"Tidak semua orang mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan pendidikan, namun teman-teman sudah membuktikannya," ujarnya.
Ojat berharap para pekerja migran di luar negeri terus meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Meskipun harus meluangkan waktu untuk belajar di tengah kesibukan.
Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri UT, Dewi Padmo mengatakan, saat ini di Korea Selatan, terdapat 246 mahasiswa UT. Jumlah itu sangat kecil dibandingkan jumlah pekerja migran di Korea Selatan.
"Untuk itu, kami mengajak para pekerja migran meningkatkan investasi pendidikan dengan menempuh pendidikan di UT. Perkuliahan dilakukan secara daring dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja," ujarnya.
Berita Terkait
-
Ditemukan Kasus Flu Babi Afrika, Korea Selatan Musnahkan 1.500 Ternaknya
-
Hilang Dua Tahun, Diplomat Korut Ternyata Membelot ke Korsel
-
Si Jago Merah Melalap Bangunan 33 Lantai di Kota Ulsan, Korea Selatan
-
Pertama Kalinya, Dua Wanita Ini Bersaing Memperebutkan Posisi Pimpinan WTO
-
Profil Go Ara, Aktris dan Model Cantik Asal Korea Selatan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer