Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko angkat bicara soal hebohnya isi percakapan WhatsApp grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menurut Polri dapat menyulut ketegangan massa aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Komentar tersebut disampaikan Budiman Sudjatmiko lewat jejaring Twitter pribadinya. Ia mengunggah tautan berita terkait isi percakapan WhatsApp grup KAMI.
Budiman Sudjatmiko nampak menanyakan apakah rusuh dan rasis yang dibahas dalam grup KAMI tersebut dilakukan dengan sengaja.
Pasalnya, apabila memang benar dilakukan dengan sengaja, ia menilai hal itu bukan lagi mengritisi ataupun beroposisi.
"Rusuh dan rasis? Dengan sengaja? Ini sih bukan mengkritisi atau beroposisi. Ini sih NAZI," ujarnya, Kamis (15/10/2020).
Lebih lanjut lagi, Budiman Sudjatmiko menuturkan bahwa sejauh ini aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja yang digagas oleh buruh dan mahasiswa masih terbebas dari isu rasisme.
"Menurutku demo mahasiswa dan buruh masih tetap terjaga dari rasisme. Penunggang-penunggang rasis harus dijauhkan dari gerakan. Hindari kekerasan dari demonstran dan aparat," imbuhnya.
Sebelumnya, polisi menyebut isi percakapan di grup WhatsApp orang-orang Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengerikan.
"Ini terkait demo omnibus law yang berakhir anarkis. Patut diduga mereka-mereka itu tadi memberikan informasi yang menyesatkan, berbau SARA dan penghasutan-penghasutan itu. Kalau rekan-rekan ingin membaca WA-nya ngeri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dilansir Batamnews.co.id -- Jaringan Suara.com, Rabu (14/10/2020).
Baca Juga: Aktivis KAMI Ditangkap, Fahri Hamzah: Kok Rezim Ini Sama dengan Orba?
Awi menuturkan, isi percakapan menyulut rasa kebencian. Awi juga menyinggung soal rencana perusakan.
"Pantas di lapangan terjadi anarki sehingga masyarakat yang, mohon maaf, tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa, untuk membawa ini-itu untuk melakukan perusakan semua terpapar jelas di WA," tuturnya.
Untuk diketahui, Bareskrim Polri menangkap petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Total ada 8 anggota KAMI Medan dan Jakarta yang ditangkap.
"Medan KAMI: Juliana, Devi, Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta: Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur, Kingkin," kata Awi saat dimintai konfirmasi.
Kedelapan orang ditangkap dari lima kota, yakni Medan, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan.
Salah satu pelaku yang ditangkap yaitu Ketua KAMI Medan, Khairi Amri mengakui adanya ajakan demonstrasi rusuh di WhatsApp group (WAG) 'KAMI Medan'. Salah satu member grup menyerukan ajakan demo seperti 1998.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini