Ia mengenang kala pertama kali bertemu Ibu tersebut di rumah sakit. Perempuan itu memaklumi ketika anaknya tidak bisa masuk ICU yang penuh, yang penting baginya, anaknya bisa segera mendapat pengobatan.
"Gue enggak pernah dengar dia mempertanyakan "kenapa anak saya yang kena? Kenapa saya yang dikasih ujian ini?" Enggak pernah," kisah dokter Citra.
Bahkan, dokter itu sampai menengar selentingan komentar orang yang mengatakan bahwa Ibu itu cuek sekali pada anaknya.
"Beberapa hari ketika anaknya dirawat, gue baru dengar ternyata ibu ini masih harus tetap kerja saat anak dan suaminya sakit, jadi emang kayak enggak ada waktu untuk bersedih," jelas dokter Citra.
Ia lantas mengingat nasihat orangtuanya soal ungkapan "air mata bukan untuk orang miskin".
"Ungkapan itu artinya bukan orang miskin boleh tapi karena sangat beratnya hidup mereka sampai mereka enggak punya waktu untuk bersedih lama-lama," dia menjelaskan.
Tak lama setelah tangisnya, Ibu dari pasien anak itu bertanya apakah anaknya sudah bisa dipindahkan ke ICU atau belum. Dia meminta izin untuk pulang mengurus pemakaman suaminya.
Beruntung, setelah 23 hari dirawat, anaknya akhirnya mendapat ruangan ICU.
"23 hari dia dirawat, selalu enggak kebagian ICU. Karena tahu kan bagaimana rebutannya. Tiba-tiba hari ini semua dilancarkan. ICU ada, langsung acc, dia dapat donor darah, kayak semua dimudahin aja begitu. Jelas ini bukan kerjaan manusia, tapi Allah yang punya kuasa," ungkap dokter anak itu.
Baca Juga: Pentingnya Dukungan Psikososial Bagi Pasien Covid-19 Anak
Pada Minggu (11/10/2020) lalu, pasien anak itu dikabarkan meninggal dunia. Kontan hal itu membuat dokter tersebut khawatir dengan Ibu pasiennya.
Ia melihat Ibu itu sedang duduk di selasar rumah sakit dengan mata bengkak dengan ditemani salah sati keluarga pasien lain.
"Iya, yang lain. Karena ibu itu beneran sendiri. Enggak ada keluarga yang mau datang karena takut tertular. Ibu itu lihat gue datang langsung meluk. Nangis kejer, kami menangis bersama maghrib itu," kisah dokter Citra.
Selama 23 hari, dokter Citra mengaku dibuat salut dengan perjuangan Ibu pasien tersebut.
Ia berpesan agar semangat dan perjuangan Ibu itu untuk keluarganya bisa memotivasi orang lain agar lebih kuat menjalani rintangan hidup.
Berita Terkait
-
Pentingnya Dukungan Psikososial Bagi Pasien Covid-19 Anak
-
Pulang dari Luar Kota, Dokter Anak di Pekanbaru Kena Covid-19
-
Hasil Swab Mengejutkan! Keluarga Jemput Paksa Jenazah Bocah 6 Tahun di RS
-
Pandemi Covid-19, Tindakan Medis Pada Pasien Anak Rawan Tertunda
-
Pasien Anak Positif Covid-19 di Sleman Ada Sebanyak 10 Orang, Mayoritas OTG
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026