Suara.com - Untuk menggambarkan sebuah keadaan politik, analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim mengungkapkan sebuah adagium: "jika anda berumur dibawah 30 tahun dan anda tidak revolusioner, anda tidak punya hati. Tapi jika anda berumur di atas 30 tahun dan masih tetap revolusioner, anda tidak punya kepala.
Rustam mengatakan banyak kaum intelektual berapi-api membela demonstrasi yang dilakukan anak-anak muda, mahasiswa, dan kaum buruh di tengah pandemi Covid-19. Bahkan ada yang mendukung revolusi. "Sayangnya mereka tidak ikut berada di lapangan," kata Rustam.
Anak-anak muda, pelajar, mahasiswa, buruh dengan penuh semangat dan idealisme melakukan demo di tengah pandemi. "Orang-orang tua banyak mendukung demo ini. Tapi mereka tidak ikut berada di jalanan," katanya.
Tetapi biasanya setelah demonstrasi sukses mengubah keadaan, kata Rustam, orang-orang tua yang akan tampil ke depan, membagi-bagikan kekuasaan dan jabatan.
Sementara para pelajar diminta kembali ke sekolah, mahasiwa back to campus, dan kaum buruh dipersilakan kembali bekerja di pabrik. "Biar kami yang urus dan bereskan semuanya, kata mereka," kata Rustam.
"Anak-anak muda, pelajar, mahasiswa, buruh demolah, masa sama pandemi saja takut; kami akan selalu di belakang anda kata orang-orang tua. Mereka, orang-orang tua itu memang berada di belakang, tidak di lapangan. Kalau sukses barulah orang-orang tua tampil ke depan dan anak-anak muda diminta mundur ke belakang."
Rustam menekankan anak-anak muda sering jadi korban atau dikorbankan kemudian dipuji-puji sebagai pahlawan. Sementara orang-orang tua tampil sebagai juragan kekuasaan.
Berita Terkait
-
STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan