- Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, melepas Tim Safari Ramadan di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
- Tim dipimpin Saan Mustopa, fokus konsolidasi organisasi dan mempererat silaturahmi selama 16 hingga 20 hari di Pulau Jawa.
- Tujuan utama tim adalah menyebar energi positif, membangun komunikasi, serta menyikapi dinamika internal partai belakangan ini.
Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, secara resmi melepas Tim Safari Ramadan yang akan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Tim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, ini dijadwalkan akan melakukan konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi selama bulan suci Ramadan.
Acara pelepasan tersebut berlangsung di NasDem Tower, Jakarta, pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam sambutannya, Surya Paloh menyampaikan harapan besar terhadap tim yang akan turun langsung ke daerah-daerah tersebut.
"Saya dengan penuh rasa sukacita melepaskan Tim Safari NasDem di bulan Ramadan ini, yang di bawah kepemimpinan dari Kang Saan Mustopa selaku Wakil Ketua Umum bersama dengan kawan-kawan lainnya, yang akan melakukan tour safari ke beberapa daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang dimaksudkan adalah sekaligus untuk melakukan konsolidasi organisasi di bulan suci ini, memperkuat silaturahmi, sekaligus juga menguatkan rasa keimanan dan takwa kita ke hadirat Sang Mahakuasa, Tuhan Yang Maha Esa," kata Paloh.
Tim Safari Ramadan ini direncanakan akan memfokuskan kegiatannya di Pulau Jawa dengan durasi perjalanan selama 16 hingga 20 hari.
Menurutnya, kehadiran tim ini membawa misi penting untuk menyebarkan energi positif dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai lapisan masyarakat.
"Ya pastilah, menyapa masyarakat, bertemu dengan para tokoh-tokoh masyarakat, bertukar pikiran, membangun optimisme. Bagus juga, saya pikir niatnya baik ya," tambahnya.
Di sisi lain, Surya juga memberikan tanggapan terkait isu kepindahan sejumlah kader partai belakangan ini.
Baca Juga: Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan
Ia menegaskan bahwa agenda konsolidasi melalui Tim Safari Ramadan ini tidak berkaitan dengan dinamika tersebut.
Surya menganggap fenomena kader yang keluar dari partai sebagai hal yang lumrah akibat faktor kejenuhan semata.
"Ah, sudahlah itu. Masalahnya mungkin saja sudah jenuh dia. Orang kan perlu penyegaran. Tapi yang paling penting bagaimana kita tetap harus bisa memberikan kontribusi kita yang berarti," katanya.
"Ya kita harus bisa memberikan asas manfaat atas kehadiran kita, baik secara individu, kelompok, ataupun institusi seperti institusi partai politik ini," imbuhnya.
Berita Terkait
-
7 Ide Jualan Minuman Buka Puasa yang Kekinian, Modal Kecil tapi Laris Manis
-
Lupa Baca Niat Puasa Ramadan 2026 Sampai Subuh? Ini Solusi Hukum Menurut Ulama
-
Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan
-
Garap Potensi Ekonomi Ramadan dengan Memperluas Akses Ekonomi Syariah
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun
-
Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban
-
Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator
-
Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
-
Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran
-
Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar
-
DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen