- Surya Paloh, Ketua Umum NasDem, menyatakan usulan koalisi permanen Golkar layak dikaji namun belum diputuskan resmi.
- Tujuan politik utama, menurut Paloh, adalah kemajuan bangsa dan negara, mengutamakan kepentingan seluruh elemen masyarakat.
- Paloh menekankan politik harus hindari pengkotakan berbasis SARA dan fokus pada persatuan daripada saling menjatuhkan.
Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan respons terkait usulan pembentukan koalisi permanen yang tengah didorong oleh Partai Golkar.
Paloh menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap gagasan tersebut, meski hingga kekinian belum ada keputusan resmi dari Partai NasDem.
Menurutnya, wacana koalisi permanen adalah hal yang layak untuk dikaji lebih mendalam. Namun, ia menekankan bahwa tujuan besar dari setiap langkah politik haruslah berorientasi pada kepentingan nasional.
"Koalisi permanen boleh aja dipertimbangkan. Enggak ada masalah, tetapi belum kita putuskan kan. Dipertimbangkan bagus. Sekali lagi, esensi yang paling utama goal besar kita apa? Jawabannya sederhana, kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Siapa saja? Semua kita," ujar Surya Paloh saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Lebih lanjut, Paloh mengingatkan agar dinamika politik tidak terjebak dalam pengkotakan masyarakat berdasarkan suku, agama, maupun status sosial.
Ia berharap narasi politik ke depan lebih mengedepankan persatuan daripada saling menjatuhkan antarpihak.
"Ketika kita bicara semua kita, maka pengkotakan yang terjadi karena baik itu perbedaan suku, agama, ya, latar belakang status sosial dan sebagainya, itu harusnya kita nomor duakan," tegasnya.
"Kalau kita tidak bisa hilangkan sama sekali. Yang paling ideal itu jangan lagi berpikir ke arah sana. Nah nalar berpikir seperti ini. Bukan hanya sekedar kita menghujat kanan, menghujat kiri, menyatakan kita yang paling hebat, orang lain paling jelek. Nah itu tandanya bukan kita maju, kita mundur ke belakang jauh," katanya menambahkan.
Ia juga menyinggung amanat para pendiri bangsa yang mengharapkan generasi penerus dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Paloh merasa prihatin jika energi bangsa habis hanya untuk pertikaian internal.
Baca Juga: Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem
"Ya para pendiri bangsa ini, para senior-senior tokoh bangsa ini semua akan bersedih hati. Mereka kecewa. Karena kita sebagai generasi yang telah berikutnya dari tahapan-tahapan yang mereka laluin, bukan semakin hebat itu artinya," kata dia.
"Mereka tentu para senior kita menginginkan kita ini lebih hebat. Sama dengan kita juga mengharapkan anak cucu kita lebih hebat dari kita. Nah inilah semestinya menjadi concern kita bersama. Bangsa ini butuh sentuhan itu. Kita terlalu banyak membuang energi yang percuma karena menyalahkan satu sama lain," lanjutnya.
Lebih lanjut, Paloh mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri dan berhenti mencari kesalahan pihak lain.
"Nah ini saatnya di bulan suci Ramadan ini ada evaluasi, ada introspeksi diri. Tidak mudah untuk judgment kesalahan orang lain, tapi medit sekali untuk menyalahkan diri kita sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Presiden PKS: Nggak Bisa Elite Koalisi Permanen Sendiri, Harus Sama Rakyat
-
Dari JK hingga Anies Baswedan Hadir Bukber di NasDem, Surya Paloh Singgung Pertahankan Silaturahmi
-
Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!