- Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, menyatakan masih menimbang dukungan untuk Prabowo Subianto periode kedua.
- Waketum NasDem, Saan Mustopa, nilai wacana dua periode masuk akal berdasarkan kepuasan publik hampir 80 persen.
- Tingginya *approval rating* menjadi dasar Saan Mustopa melihat keberlanjutan kepemimpinan Presiden Prabowo sangat mungkin.
Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa partainya masih menimbang-nimbang soal wacana mendukung Prabowo Subianto meneruskan kepemimpinannya hingga periode kedua.
Menurutnya, soal hal tersebut masih dipikirkan oleh NasDem, kendati memang kekinian berada dalam koalisi pemerintahan.
"Nah itu nanti kita sedang pikirkan, kan kita ada di sana," kata Paloh ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Paloh hanya menanggapi singkat menjawab pertanyaan wartawan soal wacana mendukung Prabowo dua periode.
Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan tanggapan positif terkait munculnya wacana dukungan agar Presiden Prabowo Subianto menjabat selama dua periode.
Saan menilai wacana tersebut sangat masuk akal jika merujuk pada tingginya tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja pemerintah saat ini.
Saan mengungkapkan, bahwa angka kepuasan masyarakat yang menyentuh angka hampir 80 persen merupakan bukti nyata bahwa kebijakan dan langkah yang diambil Prabowo dalam satu tahun terakhir mendapatkan apresiasi luas dari rakyat.
"Kan nggak ada masalah sebelumnya. Kalau dilihat dari approval rating hari ini kan hampir 80 persen tingkat kepuasan," ujar Saan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurut Saan, capaian ini sangat membahagiakan karena menunjukkan adanya sinergi yang baik antara program pemerintah dengan harapan masyarakat.
Baca Juga: Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?
Ia menilai apresiasi tinggi tersebut menjadi modal kuat bagi keberlanjutan kepemimpinan Prabowo.
"Jadi apa yang dilakukan Pak Prabowo satu tahun lebih ini kan berarti juga mendapatkan apresiasi dengan approval rating tingkat kepuasan tinggi, dan tentu ya membahagiakan semua dengan approval rating yang ada," lanjutnya.
Atas dasar pertimbangan prestasi dan respon positif dari masyarakat tersebut, Saan berpandangan bahwa pembicaraan mengenai masa jabatan dua periode bagi Presiden Prabowo adalah hal yang logis.
"Makanya dengan pertimbangan-pertimbangan itu, wacana dua periode itu kan ya masuk akal ya," katanya.
Kendati begitu, ketika ditanya soal sikap Partai NasDem sendiri, Saan enggan menjawabnya.
Berita Terkait
-
Tanggapi Fenomena Kader Mundur, Surya Paloh: Mungkin Sudah Jenuh, Perlu Penyegaran
-
Inginkan Sistem 'Selected Party', Surya Paloh: NasDem Konsisten Soal Threshold Tinggi
-
Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan
-
Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?
-
Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Tanggapi Fenomena Kader Mundur, Surya Paloh: Mungkin Sudah Jenuh, Perlu Penyegaran
-
Pukul Siswa hingga Tewas karena Disangka Balap Liar, Mabes Polri Pastikan Proses Pidana Bripka MS!
-
Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!
-
Inginkan Sistem 'Selected Party', Surya Paloh: NasDem Konsisten Soal Threshold Tinggi
-
Eks Kapolres Terancam Pasal Hukuman Mati, Akankah Bernasib Sama dengan 6 ABK Penyelundup 2 Ton Sabu?
-
Surya Paloh: Koalisi Permanen Bagus Dipertimbangkan, Tapi Jangan Ada Pengkotakan
-
Picu Perdebatan, Akademisi Ingatkan Risiko Sentralisasi Pendidikan Dokter Spesialis!
-
DPR Sebut MBG Harus Berjalan Beriringan dengan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kesejahteran Guru
-
Fakta Baru Kasus AKBP Didik: Jejak Uang Rp1,8 M dari Bandar Narkoba hingga Permintaan Alphard
-
Anggota Brimob di Marla Diduga Aniaya Siswa MTs hingga Tewas, DPR: Ini Sungguh Keji dan Biadab!