Suara.com - Para pekerja dari Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota. Alasannya beragam, mulai dari ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga tunjangan yang tak kunjung cair.
Pengurus AGD Dinkes bidang Advokasi, Abdul Adjis mengatakan sudah ada tiga orang petugas yang terkena PHK. Tak hanya itu, 72 orang lainnya disebut sudah terancam menyusul.
"Tiga orang sudah di-PHK, pada 15 Oktober 2020. Selanjutnya, 72 orang diancam PHK, bayangkan di-masa pandemi seperti ini tenaga kesehatan ada yang di-PHK," ujar Adjis di lokasi, Kamis (22/10/2020).
Adjis mengaku heran dengan keputusan manajemen memecat karyawannya. Sebab, seluruh pegawai itu dinilainya tak melanggar aturan apapun.
"Kami tidak pernah melanggar aturan, tiba-tiba diberikan hukuman indispliner," jelas Abdul.
Namun alasan manajemen disebutnya adalah para karyawan yang dipecat itu tidak mematuhi perintah pimpinan. Pasalnya mereka menolak menandatangani pakta integritas.
"Kami dianggap membantah perintah pimpinan. Padahal kami tidak menandatangani pakta integritas. Hanya itu saja, dijadikan sebagai alasa mem-PHK kami," jelasnya.
Tak hanya itu, Adjis juga menyebut banyak hal lain yang janggal dalam manajemen AGD Dinkes DKI. Tunjangan penanganan Covid-19 dan asuransi kesehatan lewat BPJS tak diterimanya.
"Dana hak Covid-19 yang tidak cair, BPJS, dan sebagainya. Itu permasalahan yang sedang kami hadapi," ucapnya.
Baca Juga: Refly Harun Ungkap Kedahsyatan Anies dan Gatot Andai Disatukan
Karena itu, berbagai masalah yang mencuat ini menggerakkan pihaknya untuk melakukan unjuk rasa. Mereka ingin agar Gubernur Anies Baswedan turun tangan mengatasi masalah ini.
"Masalah internal ini diabaikan dan menumpuk sehingga puncaknya seperti ini (unjuk rasa)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'
-
Daftar Karya Ahmad Bahar: Pernah Tulis Buku Jokowi, Gibran Hingga Anies Baswedan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan