Suara.com - Baru-baru ini pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) meresmikan nama jalan “Presiden Joko Widodo” di Abu Dhabi, pada Senin (19/10/2020). Namun selain jalan itu, ternyata ada beberapa bangunan dunia pakai nama tokoh Indonesia.
Indonesia memiliki pahlawan-pahlawan sekaligus tokoh perjuangan yang tak hanya dikenal di dalam negeri namun juga disegani hingga mancanegara. Sebab, sejumlah tokoh dan pahlawan Indonesia tak hanya berjasa untuk Tanah Air namun juga memiliki peran yang besar di negara-negara lain.
Bahkan, nama-nama tokoh dan pahlawan kemerdekaan Indonesia ini dijadikan nama jalan hingga bangunan dan tempat wisata di beberapa negara sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa para pahlawan tersebut.
Siapa saja tokoh Indonesia yang namanya dijadikan nama jalan di luar negeri? Di negara mana bangunan dunia pakai nama tokoh Indonesia? Simak ulasannya berikut.
1. Masjid Soekarno - Rusia
Soekarno menjadi tokoh Indonesia yang paling banyak dijadikan nama bangunan dan jalan di dunia. Nama mendiang Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno dijadikan nama sebuah masjid di Saint Petersburg, Rusia. Masjid bernama Blue Mosque alias Masjid Soekarno itu berdiri megah dengan dinding dan ukiran berwarna biru.
Soekarno dinilai berjasa oleh warga muslim di Rusia karena berhasil menghidupkan kembali masjid tersebut. Sebelumnya, saat era Uni Soviet, masjid tersebut ditutup dan tidak diperbolehkan untuk digunakan oleh umat muslim di Rusia.
Bahkan masjid tersebut sempat beralih fungsi menjadi gudang. Namun, semuanya berubah ketika Soekarno berkunjung ke Rusia dan kembali menjadikan masjid tersebut sebagai tempat ibadah hingga sekarang.
2. Jalan Mohammad Hatta - Belanda
Baca Juga: JATAM: Nama Jalan Jokowi di UEA Hasil Tukar Tanah 256 Ribu Ha di Kaltim
Jasa Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, turut diabadikan menjadi nama jalan di Negara Kincir Angin, Belanda.
Sebab, Hatta dinilai sebagai sosok yang berpengaruh terhadap hubungan Indonesia dan Belanda. Namanya pun diabadikan menjadi nama sebuah jalan di Kota Harlem, Belanda.
3. Kebun Megawati - Korea Selatan
Tak ketinggalan, nama putri kelima Soekarno, Megawati Soekarno Putri juga turut diabadikan menjadi sebuah kebun dan taman di Korea Selatan.
Kebun Megawati itu merupakan simbol hubungan sekaligus penghargaan Korea Selatan terhadap Indonesia. Kebun ini terletak di Pulau Jeju, Korea Selatan. Jika mampir ke Korea Selatan, jangan lupa berkunjung ke Kebun Megawati, ya!
4. Patung Sudirman - Jepang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh