Suara.com - Polisi menangkap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, (24/10/2020). Gus Nur ditangkap karena diduga telah menyebarkan informasi berupa SARA yang menimbulkan kebencian dan permusuhan melalui kanal Youtube, Refly Harun, seorang pakar hukum tata negara pada 16 Oktober 2020.
Berikut kronologi kasus Gus Nur.
1. Menyinggung NU
Di dalam podcast Refly Harun, Gus Nur sempat membuat pernyataan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) saat ini sudah berubah tak seperti yang ia kenal dulu. "NU di rezim ini sudah berubah 180 derajat, penumpangnya merokok semua, yang wanita mengumbar aurat. Ini berbeda dengan NU yang saya kenal dulu" ujarnya dalam podcast tersebut.
Selain itu, dalam podcast tersebut Gus Nur juga menggambarkan NU seperti bus umum. "Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjutnya.
2. Dilaporkan oleh Mantan Ketua GP Ansor
Atas pernyataan yang dilontarkan oleh Gus Nur, mantan Ketua GP Ansor Jember, Ayub Junaidi pun melaporkan Gus Nur ke polisi. Menurut Ayub, pernyataan Gus Nur dinilai telah menghina warga NU salah satunya karena mengibaratkan NU seperti bus umum yang sopir dan kernetnya sedang mabuk dan ugal-ugalan.
3. Ditangkap Polisi
Anak Gus Nur, Muhammad Munjiat, menyebut bahwa sang ayah ditangkap di Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpuro, Pakis, Kabupaten Malang oleh 4-5 mobil polisi pada pukul 00.00 WIB.
Baca Juga: Cermati Gaya Ceramah Gus Nur, Gun Romli: Ngga Bisa Ngaji Cuma Bisa Teriak
Sejumlah barang bukti seperti laptop, hard disk, dan ponsel milik Gus Nur juga ikut disita polisi. Gus Nur pun dibawa ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik terhadap NU.
Menurut Munjiat, sebelum ditangkap, sang ayah sempat mengisi acara peringatan Maulid Nabi di Kedungkandang, Malang.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Tag
Berita Terkait
-
Diimami Polisi, Gus Nur jadi Makmum Salat Berjemaah di Kantor Bareskrim
-
Sepulang Ceramah Maulid Nabi, Gus Nur Dicokok Polisi saat Lagi Dibekam
-
4 Fakta dan Video Gus Nur Ditangkap Habis Bongkar 'Borok' NU Era Jokowi
-
Jadi Tersangka, Gus Nur Resmi Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
-
Gus Nur Jadi TSK, Tengku: Bukan Karena Hina NU, Terimakasih Saya Pada NU
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik
-
Tragis! Suami Tewas Dipalu Istri Usai Cekcok Rumah Tangga di Vietnam
-
Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump