Suara.com - Lansia pria berusia 69 tahun di California, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah dihantam seorang pria karena meminta memelankan suara musik.
Menyadur New York Post, Selasa (27/10/2020), Robert Ketner sedang menikmati kopi di Starbucks cabang Rocklin ketika seseorang datang dan memutar lagu dengan kencang.
"Dia sedang duduk di luar, meminum latte-nya ketika mobil (pelaku) datang," beber seorang kerabat yang tak menyebutkan namanya.
Mobil yang memutar musik kelewat kencang itu dikendarai oleh seorang pemuda bernama River Baumann.
Sesaat kemudian, Ketner meminta pemilik Baunmann untuk mengecilkan volume musik yang ia dengar.
"Suara musiknya saat itu sangat kencang, orang-orang mulai mengeluh. Jadi (Ketner) meminta pengemudi untuk memelankan suara musik," sambung kerabat itu.
Polisi menyebut pemuda berusia 20 tahun itu malah meninju Ketner hingga membuat lelaki tua itu terjatuh dan terluka di bagian kepala.
Saat itu, Ketner langsung tak sadarkan diri. Ia lantas dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Setelah dirawat empat hari di rumah sakit, nyawa Ketner tak bisa diselamatkan.
Baca Juga: Pernah Jadi Jambret, Eko Prasetyo Baru Pertama Kali Habisi Nyawa Orang
"Apa pun argumennya, tidak ada yang pantas kehilangan nyawa," ujar Polisi Rocklin, Zack Lewis.
Baumann awalnya ditangkap dengan tuduhan melakukan penyerangan. Tapi setelah kematian Ketner, pemuda itu dijerat dengan pasal pembunuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025