Suara.com - Aksi demonstrasi anti-lockdown yang terjadi di Piazza del Popolo, salah satu landmark terkenal Roma, Italia, berujung ricuh dengan pengunjuk rasa dan polisi saling balas serangan .
Menyadur Sky News, demonstran yang sebagian besar adalah pendukung partai sayap kanan Forza Nuova (Angkatan Baru), memprotes kebijakan pembatasan Covid-19 terbaru.
Batasan tersebut termasuk jam malam pukul 6 sore untuk bar dan restoran dan penutupan pusat kebugaran umum, bioskop, dan kolam renang.
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan langkah-langkah tersebut pada hari Minggu untuk mencoba memperlambat gelombang kedua Covid-19.
"Kami tidak dapat menipu diri sendiri bahwa dengan kurva epidemiologi yang terus meningkat, orang dapat dengan aman berkeliling, di gym, di restoran, tanpa rasa takut," katanya.
Bentrokan terjadi ketika para pengunjuk rasa, yang meneriakkan "kebebasan, kebebasan," menyalakan suar berwarna dan melemparkan botol dan bom ke arah polisi.
Polisi dengan perlengkapan anti huru hara bergerak cepat untuk memukul mundur pengunjuk rasa dan kedua belah pihak terlibat bentrok selama sekitar 10 menit sebelum petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Bentrokan hebat tersebut merupakan kedua kalinya yang terjadi di Kota Roma atas tindakan Covid-19.
Bentrokan serupa juga terjadi selama beberapa malam di daerah lain yakni di Turin dan Milan, di mana pengunjuk rasa melemparkan batu, kembang api, dan botol.
Baca Juga: AC Milan Imbang 3-3 dengan AS Roma, Berikut Klasemen Terbaru Liga Italia
Meski banyak demonstran adalah pendukung sayap kanan, sebagian besar penduduk juga menentang aturan baru pemerintah - termasuk pemilik bisnis yang khawatir mereka tidak akan bertahan.
"Jika kita mengikuti aturan ini, kita akan berkesempatan untuk tiba pada bulan Desember dengan tenang, tanpa layanan kesehatan nasional yang terlalu tertekan dan kelelahan," jelas Conte.
Conte sebelumnya menekankan bahwa dia mengambil langkah yang benar karena kementerian kesehatan melaporkan rekor 21.994 kasus baru pada hari Selasa dan 221 kematian - jumlah tertinggi dalam lima bulan.
"Jika tidak, kami harus melakukan penguncian umum, skenario yang ingin kami hindari dengan cara apa pun yang memungkinkan dan yang tidak mampu kami tanggung," ujarnya.
Dalam mendeklarasikan aturan pembatasan yang baru, Conte mengatakan itu bertujuan untuk mencegah lockdown nasional yang ketat.
"Oleh karena itu, langkah-langkah ini diperlukan untuk melindungi sistem ekonomi, produktif dan sosial kami dan untuk menghindari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki." tegas Conte.
Perdana Menteri juga mengumumkan paket bantuan senilai 5 miliar euro (Rp 86,4 triliun) untuk bisnis yang terkena dampak, sebagai upaya menyeimbangkan dampak kesehatan dari virus corona dengan efek rusaknya ekonomi.
Langkah-langkah yang dilakukan adalah memberikan hibah, keringanan pajak dan dana tambahan untuk skema pemberhentian sementara, menurut sumber pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif