Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memukul sektor usaha serta membawa dampak terjadinya kontraksi ekonomi yang lebih dalam. Menurutnya konsep ekonomi syariah bisa berperan besar untuk menanggulangi dampak kontraksi ekonomi.
"Prinsip tersebut memberikan panduan bahwa aktifitas ekonomi syariah seharusnya diorientasikan pada terciptanya pelayanan sosial yang bisa meringankan beban kaum yang lemah secara ekonomi," kata Maruf saat membuka acara Ijtima’ Sanawi Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia tahun 2020 secara virtual, Kamis (5/11/2020).
Secara hukum syariah, kata Maruf boleh mengambil keuntungan dan menambah kekayaan. Akan tetapi disaat yang sama juga harus memperhatikan kondisi sosial disekitarnya.
Oleh karena itu, ada syariat wajib yang diperuntukkan kepada umat muslim yakni membayar zakat. Hal itu ditujukan kepada umat muslim yang ekonominya berlebih.
"Apa yang digariskan oleh syariat ini bertujuan untuk terwujudnya sistem pemerataan kesejahteraan di kalangan masyarakat, sehingga tidak terjadi kesenjangan, di mana kekayaan hanya menumpuk pada segelintir orang, sedangkan yang lainnya dalam kekurangan," ujarnya.
Mengutip firman Allah SWT dalam Alquran, Maruf mengungkapkan supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja. Dengan demikian menurutnya kondisi yang terjadi saat ini sangan relevan untuk merealisasikan konsep tersebut.
"Kondisi saat ini sangat relevan bagi pelaku ekonomi syariah untuk merevitalisasi prinsip tersebut, sehingga kehadiran ekonomi syariah dapat menjadi solusi dalam pemulihan ekonomi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Menteri Airlangga Dorong Pesantren Menabung Emas di Bullion Bank
-
Gubernur BI : Ekonomi Syariah Indonesia Sejajar dengan Arab Saudi dan Malaysia
-
Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029? Ini Strategi Bank Indonesia
-
Bos Bappenas Usul Pembentukan Ditjen Keuangan Syariah, Targetkan Ekonomi Berkah
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP
-
Prabowo Janjikan Kampus Kedokteran Gratis
-
50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar