Suara.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan detik-detik seorang perempuan dibanting oleh aparat hingga tak berdaya.
Video tersebut tersebar di media sosial khususnya Facebook setelah diunggah akun Ahmad Brank, Senin (02/11/2020).
"Perlakuan kasar terhadap "Muslimah" di sana yang jilbabnya disuruh buka," tulis akun Ahmad Brank memberi keterangan.
Dalam video yang terekam kamera CCTV itu, terlihat seorang aparat bertubuh besar tangah berdiri di sebuah lorong.
Tiba-tiba, seorang perempuan datang dan berdiri bersandar di dinding lorong. Secara mengejutkan, aparat tersebut menghampiri si perempuan dan menarik ikat kepala yang dipakai perempuan itu.
Diduga, aparat itu tidak menyukai perempuan yang memakai kerudung dan langsung membanting perempuan itu.
Perempuan yang sudah tidak berdaya tersebut dibekuk dan diborgol tangannya. Setelah itu, dua petugas lainnya datang dan membantu aparat yang membantingnya tadi.
Hingga artikel ini diturunkan, video tersebut telah panen komentar dari warganet pengguna Facebook.
"Astauferloh hel adim yaaa allah semoga di lindungi seluruh ummat muslim yaaarob," ujar akun Ridwan Ef***
Baca Juga: Viral Bocah Pemulung Baca Alquran, Disebut Patut Diberi Gelar Profesor
"Biadab! Mereka sudah kalah sebelum bertanding itu diperlihatkan dengan segala kebenciannya terhadap Muslim sampai-sampai lupa malu dengan melawan wanita kasihan sekali ternyata mereka berjiwa kerdil," timpal akun Sabil**
"Ya Alloh lindungi saudari kami dari penghinaan ini. Semoga yang menghina diberi hidayah supaya tahu bagaimana sebenarnya Islam menghargai dan melindungi wanita. Syukur-syukut dia yang menghina menjadi mualaf," kata akun Nur Kh***
Video itu sendiri diduga berasal dari luar negeri, bukan terjadi di Indonesia.
Video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
-
7 Fakta Pria Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Bukan Orang Sembarangan?
-
Viral! Detik-Detik Muazin Meninggal Dunia Usai Lantunkan Azan di Pangkalpinang
-
Ada MBG Berbasis Komunitas di Purwakarta, Perempuan Diminta Jadi Pengelola Gizi Keluarga
-
Minta Maaf Level Dewa, Pemain Voli Yuji Nishida 'Berseluncur' Usai Servis Kena Staf
-
Relasi Kuasa di Tempat Kerja dan Maraknya Kekerasan Berbasis Gender
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
Terkini
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith