Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11/2019).
Acara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan dengan protokol kesehatan. Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden nomor 117 TK/2020 Tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Sebelum memberikan gelar pahlawan nasional, acara dimulai dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Jokowi.
"Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa mengheningkan cipta dimulai," ujar Jokowi di Istana Negara
Penganugerahan gelar pahlawan nasional diberikan karena semasa hidupnya mereka pernah memimpin dan melakukan perjuangan untuk Indonesia.
Setelah dibacakan satu persatu nama yang mendapat gelar pahlawan nasional, ahli waris keluarga tokoh, lansung memegang plakat gelar pahlawan yang sudah disediakan di meja masing-masing.
Berbeda dengan sebelum pandemi, Jokowi memberikan langsung plakat gelar pahlawan nasional.
Selanjutnya, pembacaan doa oleh Menteri Agama Fachrul Razi.
Usai pemberian gelar pahlawan nasional, Jokowi kemudian memberikan ucapan selamat dengan menyatukan kedua tangan di dada kepada ahli waris para keluarga tokoh yang menerima penghargaan gelar pahlawan nasional.
Baca Juga: Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air Jadi Ujian Berat Jokowi
Dalam acara tersebut hadir Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan anak proklamator Moh Hatta, Meutia Farida Hatta.
Berikut daftar enam tokoh yang bakal diberi gelar pahlawan nasional:
- (Alm) Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara
- (Alm) Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat
- (Alm) Jenderal Pol (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo merupakan Kapolri pertama. Domisili di DKI Jakarta
- (Alm) Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara. Tokoh pergerakan dan pernah jadi Menteri Penerangan RI era Presiden Soekarno
- (Alm) Mr Sutan Mohammad Amin Nasution dari Sumatera Utara
- (Alm) Raden Mattaher Bin Pangeran Kusin Bin Adi dari Provinsi Jambi.
Berita Terkait
-
Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air Jadi Ujian Berat Jokowi
-
Blunder Stafsus Milenial, Kirim Surat Perintah hingga Kubu Sebelah Megap
-
Hari Pahlawan Nasional: Berikut Daftar Kata Mutiara Para Pahlawan Tanah Air
-
Ketahui 5 Fakta Menarik Hari Pahlawan Nasional
-
Doa Untuk Pahlawan di Momen Hari Pahlawan 2020
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal