Suara.com - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), membuat sebuah pernyataan resmi menyikapi kepulangan Habib Rizieq dari Mekkah.
Pernyataan tersebut salah satunya dipublikasikan oleh salah satu tokoh KAMI Muhammad Said Didu.
Melalui akun Twitternya @msaid_didu, ia mengunggah pernyataan sikap KAMI tersebut, Selasa (10/11/2020).
"Sikap KAMI atas kembalinya ke tanah air Habib Riziek Shihab," tulis Said dikutip Suara.com.
Dalam kicauannya itu, Said Didu menyertakan sebuah pamflet Seruan Kami dengan nomor 35/KE-KAMI/B/X2020.
"Selamat kembali ke tanah air, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab dan keluarga," demikian bunyi awal seruan tersebut.
KAMI melalui suratnya meminta pemerintah menjamin keamanan dan keselamatan Habib Rizieq sesuai dengan UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Seruan tersebut ditandatangani Komite Eksekutif KAMI Nasional yakni Dr. Ahmad Yani (Ketua), Prof. Dr. Hafid Abbas (Anggota) dan Adhie M Massardi (Anggota).
Tidak adanya nama Gatot Nurmantyo di seruan itu membuat warganet bertanya-tanya. Pasalnya, Gatot Nurmantyo diketahui menerima anugerah bintang mahaputra dari Istana.
Baca Juga: Tak Tahu Red Notice Rizieq di Interpol, Polri: Kami Baru Tahu dari Media
"Pak @Nurmantyo_Gatot ga kedenger suaranya tentang kepulangan IB HRS. Apa sibuk persiapan terima bintang nih??" balas akun @AchmadD****
"Pak Gatot kemana pak?" tanya warganet lain pemilik akun @Andri****
Penghargaan kepada Gatot Nurmantyo
Sedianya, Presiden Joko Widodo hari ini dijadwalkan akan memberikan penghargaa kapada Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Akan tetapi dalam pantauan Suara.com, Gatot Nurmantyo batal hadir dalam pemberian Tanda Kehormatan oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Hal ini dipastikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).
Berita Terkait
-
Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
-
Alarm '98 Jilid 2'! Noel Peringatkan Prabowo: Ada Konsolidasi Besar Gulingkan Pemerintah di Juni
-
Sisi Lain Kehidupan Bu Lira dalam Novel 'Kami (Bukan) Fakir Asmara'
-
Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT