- Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Hambalang pada 24 April 2026 guna membahas stabilitas keamanan nasional.
- Kapolri memaparkan laporan program strategis Polri, termasuk penguatan transformasi digital, profesionalisme personel, serta sinergi dalam mendukung berbagai program nasional pemerintah.
- Presiden Prabowo juga menerima Menteri Investasi Rosan Roeslani untuk membahas perluasan program hilirisasi ke sektor pertanian dan perikanan nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan agenda kerja penting dengan memanggil Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/4/2026) hari ini.
Pertemuan ini dilakukan secara tertutup dan membahas agenda-agenda strategis yang menyangkut stabilitas serta pelayanan publik di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta laporan mendalam mengenai berbagai program strategis yang tengah dijalankan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Fokus utama pembicaraan tersebut mencakup langkah-langkah transformasi di lingkungan kepolisian guna meningkatkan efektivitas kerja dan kepercayaan masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan resmi mengenai jalannya pertemuan tersebut.
Teddy menjelaskan bahwa pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Kapolri berlangsung dalam suasana intensif selama kurang lebih satu jam. Pertemuan ini bersifat "empat mata", yang menunjukkan betapa krusialnya poin-poin yang dibahas antara kepala negara dan pimpinan tertinggi kepolisian tersebut.
“Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di kediaman Hambalang, Jumat, 24 April 2026. Dalam pertemuan sekitar 1 jam tersebut dibahas beberapa hal terkait keamanan nasional dan kondisi umum situasi nasional di berbagai sektor strategis,” kata Seskab Teddy sebagaimana dilansir Antara.
Keterangan dari Seskab Teddy ini menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kondisi keamanan nasional tetap kondusif di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
Sektor-sektor strategis yang dimaksud mencakup stabilitas ekonomi dan sosial yang memerlukan pengawalan ketat dari aparat penegak hukum.
Baca Juga: Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi
Laporan Program Strategis dan Transformasi Digital Polri
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memaparkan sejumlah capaian dan rencana kerja Polri ke depan.
Salah satu poin utama yang dilaporkan kepada Presiden adalah mengenai penguatan transformasi digital dalam layanan publik. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan transparan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Selain digitalisasi, Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme anggota Polri. Proses ini dimulai sejak tahap rekrutmen hingga masa kedinasan, guna memastikan setiap personel memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi.
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara berkelanjutan juga menjadi poin laporan, dengan menekankan kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolri melaporkan mengenai sinergi antara kepolisian dengan berbagai lembaga negara lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan berbagai program nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Berita Terkait
-
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
Resmi! Seskab Teddy Emban Tugas Baru Sebagai Duta Sekolah Rakyat
-
Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Bentuk Keprihatinan Prabowo
-
Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Miskinkan Bandar Ko Erwin, Bareskrim Bidik Pasal TPPU dan Sita Aset Rumah hingga Ruko!
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Studi: Konflik Nuklir Regional Bisa Picu Krisis Iklim Global Bertahun-tahun, Kenapa?
-
Mengapa Parpol Melawan Usul KPK Soal Pembatasan Masa Jabatan Ketua Umum?
-
Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya
-
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional hingga Hilirisasi di 13 Lokasi
-
Purbaya Buka Suara Soal Pajaki Selat Malaka: Tak Ada Rencana Kutip Tarif
-
Hadapi El Nino 2026, Pemerintah Ungkap Strategi Cegah Karhutla
-
Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan: Dosen Muda Bisa Dapat Akses Rumah hingga Pelatihan Kerja
-
Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tiba di Bareskrim, Terjerat Kasus Pencucian Uang