Suara.com - Sebelum ikut tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020), penyidik senior Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah menangkap sejumlah koruptor kelas kakap. Siapa saja koruptor yang ditangkap Novel Baswedan?
Nama Novel Baswedan terus menjadi sorotan publik terutama karena kasus penyiraman air keras yang menimpanya di tengah-tengah penyelidikan kasus korupsi terjadi. Aksi penyiraman yang terjadi pada 11 April 2017 ini disebut-sebut berkaitan dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh Novel Baswedan termasuk kasus korupsi high profile.
Menilik prestasi Novel Baswedan selama menjadi penyidik KPK, berikut daftar koruptor yang ditangkap Novel Baswedan.
Nama Novel Baswedan langsung menyita perhatian publik ketika dirinya berhasil mengungkap dan menangkap Muhammad Nazaruddin dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Diduga, Nazaruddin ikut menggelapkan dana. Skandal tersebut meletus pada tahun 2011 dan kejadian itu mengurangi kepercayaan publik pada Partai Demokrat.
Selain Nazaruddin, Angelina Sondakh juga ditangkap karena menerima aliran dana. Di sampingnya, juga ada Direktur Utama PT DGI Dudung Purwadi dan Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet Rizal Abdullah. Nazaruddin divonis tujuh tahun penjara terkait kasus tersebut.
Novel Baswedan ikut andil dalam menangani kasus suap pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia. Kasus korupsi senilai 20,8 miliar itu menyeret Deputi Gubernur BI Miranda S Goeltom.
Baca Juga: Novel Baswedan Ikut dalam Penangkapan Menteri Edhy Prabowo
Kasus ini sempat membuat publik tak percaya pada industri perbankan Indonesia. Kejadian menghebohkan bisnis bidang keuangan ini terjadi pada tahun 2011, hampir bersamaan dengan diungkapnya Muhammad Nazaruddin yang terlibat dalam kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.
3. Ketua MK, Akil Mochtar
Novel Baswedan bertangan dingin ketika menangani skandal yang terjadi di tubuh penegak hukum Indonesia. Dia mengungkap kasus suap yang diterima oleh Ketua MK Akil Mochtar.
Akil dijerat pasal korupsi karena terlibat suap perkara sengketa pilkada di beberapa derah sepanjang tahun 2011 sampai 2012. Nilai suap mencapai Rp 58 trilliun.
4. Nurhadi Abdurachman
Novel Baswedan juga turut andil dalam penangkapan Mantan Sekjen Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman. Mantan Sekjen MA ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Senin (16/12/2019).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi
-
Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat
-
Muncul Rumor Dua Jenderal Ikut Geruduk Polda Metro Jaya, TNI Buka Suara
-
Qodari: Pemilihan Logo HUT ke-81 RI Cerminkan Perhatian Pemerintah dalam Hormati Pilihan Publik