- Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp18,2 miliar kepada KPK pada Maret 2026.
- Polri melakukan penggeledahan di sebuah rumah mewah kawasan Sentul City yang diduga milik Febrie pada 8 Juli 2026.
- Penyidik menemukan aset berupa 74 kilogram emas serta berbagai mata uang asing di dalam brankas rumah tersebut.
Suara.com - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp18,2 miliar.
Hal itu diketahui melalui laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Febrie kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 Maret 2026 untuk harta periode 2025.
Dari laporan tersebut, Febrie diketahui memiliki dua bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan.
Dia juga mempunyai tiga bidang tanah di wilayah Tangerang Selatan dan Bandung. Aset tersebut bernilai Rp14,8 miliar (Rp14.852.820.000).
Kemudian, Febrie juga tercatat memiliki empat unit mobil yang terdiri dari Honda CR-V, Toyota L-Cruis Parado, Peugeot New 2008 AT, dan Toyota Alphard yang seluruhnya seharga Rp2,3 miliar (Rp2.310.500.000).
Lebih lanjut, Febrie juga melaporkan hartanya bergerak lainnya senilai Rp60 juta, kas dan setara kas senilai Rp938 juta (Rp938.125.180), serta harta lainnya senilai Rp100 juta.
Febrie tercatat tidak memiliki utang sehingga harta kekayaan yang dia miliki secara keseluruhan mencapai Rp18,2 miliar (Rp18.261.445.180).
Harta kekayaan Febrie menjadi sorotan setelah polisi gabungan melakukan penggeledahan pada salah satu rumah mewah di kawasan Sentul City yang diduga milik Febrie pada Rabu (8/7/2026) malam.
Bahkan sejumlah anggota kepolisian dan juga Brimob dilengkapi laras panjang turut berjaga di area rumah mewah diduga milik Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut.
Baca Juga: Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
Operasi di Sentul City ini disinyalir memiliki keterkaitan dengan rangkaian penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Polri sebelumnya di Cafe de'CLAN Signature.
Dalam operasi tersebut, penyidik menemukan timbunan kekayaan luar biasa berupa emas batangan seberat puluhan kilogram dan mata uang asing senilai ratusan miliar rupiah.
Kepala Kortas Tipidkor Mabes Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto menjelaskan terkait perkembangan penyidikan kasus yang menggegerkan publik tersebut di lokasi penggeledahan.
Irjen Totok mengungkapkan bahwa tim penyidik menemukan sebuah brankas besar yang dalam kondisi terkunci rapat.
Setelah berhasil dibuka secara paksa, di dalam brankas tersebut ditemukan tujuh koper besar yang berisi aset kekayaan dalam berbagai bentuk.
Berdasarkan hasil penghitungan di lokasi oleh tim penyidik, berikut adalah rincian aset yang berhasil diamankan:
- Logam Mulia: Emas batangan seberat 74 kilogram.
- Mata Uang AS: 4.767.300 USD
- Mata Uang Singapura: 14.083.800 SGD
- Mata Uang Rupiah: Rp100 juta.
Berita Terkait
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Muncul Rumor Dua Jenderal Ikut Geruduk Polda Metro Jaya, TNI Buka Suara
-
Habiburokhman Dukung Polri Usut Kasus Korupsi Batubara: Siapapun Terlibat Harus Tanggung Jawab!
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut