News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:08 WIB
Tim gabungan Polri berada di dekat barang bukti usai menggeledah salah satu kafe di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye]
Baca 10 detik
  • Polisi menggeledah Cafe de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2026) terkait dugaan kasus suap dan pencucian uang.
  • Penyidik menemukan sebuah brankas tersembunyi di balik lemari pajangan dalam ruangan khusus staf milik ketiga pemilik kafe.
  • Seorang karyawan kafe dimintai keterangan sebagai saksi oleh pihak kepolisian di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya setelah penggeledahan.

Suara.com - Seorang karyawan Cafe de’Clan, Cipete Jakarta Selatan menceritakan detik-detik sebelum kafe tersebut digeledah polisi.

Penggeledahan dilakukan buntut dugaan suap dan gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) blackout PLN batubara, Asabri, dan Krakatau Steel.

“Awalnya ada orang kejaksaan datang ke situ, belum ada wartawan sama Brimob, cuma ada reserse. Debat di situ, saya gak tahu. Saya ke bawah merokok, keluar ada Brimob, orang kejaksaan udah gak ada,” kata salah seorang karyawan berinisial F, Kamis (9/7/2026).

Saat penggeledahan, F sempat diminta untuk mendampingi penggeledahan yang dilakukan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Saya datang jam setengah 12 (siang). Posisi saya lagi kerja itu di Jalan Gatot Subroto, ditelepon suruh dampingin. Langsung buru-buru ke kafe di Cipete, Jakarta Selatan. Saya gak tahu masalah itu, tiba-tiba langsung geledah aja,” ujarnya.

F mengaku ada tiga ruangan di lantai 2 yang di geledah. Penemuan brankas, kata F, terjadi di ruangan para bos. Berdasarkan dokumen kepemilikan ada 3 orang pemilik cafe tersebut.

“Dari dokumen ada tiga nama pemilik. Febri sama Rifaldi,” ujarnya.

Brankas ditemukan di balik sebuah lemari pajangan. Setelah lemari pajangan tersebut dibongkar, ditemukan sebuah ruangan yang terdapat satu brankas.

“(Ruangan) biasa aja, kayak kafe-kafe gitu. Di pintunya ada tulisan 'Area Khusus Staf',” jelasnya.

Baca Juga: Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Ketat Prajurit TNI Usai Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara

F mengaku setelah penggeledahan tersebut dirinya sempat dibawa ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk dijadikan saksi.

“Engga di BAP. Cuman buat saksi, kan awalnya disuruh ikut ke Polda nanti menyaksikan ini di Polda, pembukaan. Sampai sana engga saya di lobi. Duduk situ. Sampai jam 7 dipanggil untuk tanda tangan,” katanya.

“Jam 4 subuh juga di polda ada TNI juga. Nah dari dalam lobi polisi banyak juga bawa tembakan juga. Di dalam lobi sudah siap,” imbuhnya.

Load More