Suara.com - Seorang warga Korea Utara dieksekusi secara terbuka di depan umum oleh regu tembak karena ketahuan tidak patuh aturan Covid-19. Menyadur News.com Minggu (06/12) pria ini melanggar 'tindakan karantina darurat'.
Berdasrkan informasi dari Radio Free Asia, pria ini dituduh menyelundupkan mitra bisnisnya yang datang dari China. Ia ditembak di hadapan warga untuk memberi efek jera agar warga mematuhi aturan karantina darurat virus corona.
Meskipun berbagi perbatasan sejauh 880 mil dengan China, Korea Utara mengklaim bebas dari virus. Negara ini menerapkan pembatasan ketat untuk mencegah penyebaran termasuk mengunci kota, kabupaten juga melarang perjalanan antar provinsi.
Pada bulan Januari, Beijing dan Pyongyang menutup perbatasan karena virus corona, tapi penyelundup tetap mencari nafkah dan membawa barang-barang China ke Korea Utara.
Biasanya, orang-orang ini terus melakukan perjalanan antar negara sehingga mendorong serangkaian tindakan lebih keras yang diberlakukan bulan lalu, termasuk unit anti-pesawat dan ranjau darat. di sepanjang perbatasan.
"Sejak akhir November, Komite Sentral (Partai Buruh) meningkatkan status karantina darurat menjadi karantina darurat 'tingkat tinggi'," jelas warga Pyongan Utara, di perbatasan China di barat laut negara itu.
"Eksekusi di depan umum terjadi karena korban melanggar karantina tepat sebelum tindakan darurat tingkat tinggi berlaku sekitar 20 November," lanjutnya.
"Seorang pria berusia 50-an yang mencoba menyelundup dengan mitra bisnis China ditembak sebagai contoh pada 28 November," tutupnya.
Sumber kedua yang merupakan pejabat Pyongan Utara mengatakan aturan ketat seperti belum pernah dilakukan sebelumnya, bahkan ketika pembelotan massal berlanjut di di tahun 90-an.
Baca Juga: Nelayan Dilarang Melaut, Korea Utara Perketat Aturan Cegah Covid-19 Masuk
"Perintah Komite Sentral membunyikan alarm peringatan pada orang-orang aga yang melanggar aturan dan akan dieksekusi dengan regu tembak."
"Bahkan selama Arduous March di tahun 1990-an, ketika pembelotan massal berlanjut, pemerintah tidak mengancam penduduk di daerah perbatasan seperti ini," katanya.
Ia mengatakan eksekusi seperyi ini sejalan dengan metode khas Korea Utara dalam membuat contoh seseorang untuk menakut-nakuti rakyatnya agar patuh.
"Saat menjaga perbatasan dengan mulus dari darat, udara, dan laut, pihak berwenang memerintahkan tentara untuk menembak siapa pun yang mendekati perbatasan tanpa syarat, terlepas dari siapa orang itu atau alasan mereka berada di daerah tersebut. Itu ancaman mutlak bagi warga daerah perbatasan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer