Suara.com - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengomentari tindakan fraksi PSI yang tak datang ke rapat paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD DKI Jakarta Senin (7/12/2020) lalu. Gerindra menganggap PSI menunjukan sikap tidak gentleman.
Penasihat fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan seharusnya PSI datang ke rapat tersebut jika memang memiliki pendapat berbeda. Dengan demikian, maka aspirasinya bisa disalurkan.
PSI sendiri diketahui menentang kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Sebab di dalammya ada peningkatan gaji dan tunjangan anggota dewan.
"Kenapa gak datang? Kalau dia gentleman ya datang, kalau mau sampaikan sesuatu ya datang," ujar Taufik di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/12).
Taufik juga menyebut PSI hanya mengada-ada soal kenaikan upah itu. Sebab semua proses pembahasan anggaran sudah dilakukan secara terbuka dan transparan.
"Itu kan kata dia, ngarang-ngarang. PSI ngarang-ngarang itu, pembahasan APBD saya kira sangat transparan, terbuka untuk umum," ujarnya.
Karena ketidakhadiran PSI di paripurna, Taufik meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI turun tangan. Sebab ada aturan mengenai kehadiran di rapat paripurna yang harus dipatuhi.
"Saya minta BK lakukan langkah-langkah bila dalam ketentuan sekian kali paripurna dia ga datang ya," tuturnya.
Sebelumnya, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta tak menghadiri rapat paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021. Alasannya, karena mereka menolak kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang tertuang dalam APBD 2021 itu.
Baca Juga: APBD DKI 2021 Naik Rp 1,69 Triliun, DPRD Klaim Bukan karena Gaji
Pantauan suara.com di lokasi, dari delapan anggotanya, tak ada satupun anggota fraksi PSI yang menghadiri rapat itu. Demikian juga di antara anggota dewan yang hadir secara virtual, tak ada anggota PSI yang ikut.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI, Michael Victor Sianipar mengatakan tindakan ini merupakan instruksi darinya. Sikap tersebut dianggao sebagai wujud protes PSI terhadap simpang siurnya isi rincian anggaran APBD, termasuk RKT, yang akan disahkan hari ini.
Selain itu, ketidakhadiran PSI dalam rapat adalah wujud mencegah terpenuhinya kuorum rapat yang menyetujui pengesahan APBD yang ada.
“Kami dari pihak DPW PSI mempertanyakan bagaimana mungkin anggota-anggota DPRD dari Fraksi kami menghadiri rapat yang rinciannya sendiri belum bisa dipertanggung jawabkan secara terbuka kepada publik,” kata ujar Michael kepada wartawan, Senin (7/12/2020).
Berita Terkait
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Ketua DPRD DKI Soroti Pengangguran Tembus 6 Persen, Dinilai Picu Kriminalitas
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
DPRD DKI: Raperda Sistem Pangan Solusi Food Waste Jakarta
-
Ketua DPRD DKI Minta 13 Sungai Jakarta Dikeruk hingga 5 Meter untuk Halau Banjir
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!