Suara.com - Dua kursi kosong milik fraksi PKS DPRD DKI Jakarta yang ditinggal karena wafat bakal segera terisi. Anggota Pengganti Antar Waktu atau PAW yang akan menjadi anggota dewan DKI akan dilantik pekan depan.
Agenda pelantikan anggota DPRD PAW ini tertulis dalam surat undangan rapat paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota PAW yang telah disepakati Badan Musyawarah atau Bamus DPRD DKI.
Dua anggota PAW itu bernama Israyani dan Karyatin Subiyantoro. Keduanya akan menjadi anggota DPRD DKI periode 2019-2024 menggantikan Dani Anwar dan Umi Kulsum dari Fraksi PKS.
Dalam prosesnya, kedua nama itu telah disepakati oleh Kementerian Dalam Negeri/Kemendagri. Melalui surat Nomor 161.31-3984 tentang peresmian pengangkatan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD dan Surat Nomor 161-4008 tentang peresmian pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kemendagri telah menyepakati kedua nama itu.
Wakil Ketua Bamus DPRD DKI Jakarta, Misan Samsuri mengatakan penentuan jadwal penetapan anggota PAW itu berdasarkan rapat Bamus.
“Berdasarkan saran dan masukan dari pimpinan dan anggota badan musyawarah, dapat disepakati bahwa jadwal paripurna pengambilan sumpah janji anggota DPRD DKI Pengganti Antar Waktu dari Fraksi PKS dapat disetujui,” ujar Misan saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2020).
Ketua Majelis Syuro DPW PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, Israyatin dan Karyatin Subiyantoro terpilih secara otomatis. Sebab keduanya merupakan pemilik suara terbanyak kedua dari Dany dan Umi saat Pilkada 2017 lalu.
"Sesuai dengan aturan suara terbanyak. Bu Israyani gantikan pak Dany dan pak Karyatin gantikan bu Umi," katanya.
Diketahui, Dani Anwar dan Umi Kulsum meninggal dunia di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: Cuma Sodorkan Satu Nama Calon Walkot Jakpus, DPRD DKI Sesali Sikap Anies
Dany wafat pada 3 Agustus 2020 lalu di RSAL Mintohardjo, Jakarta Pusat akibat terpapar Covid-19. Lalu Umi meninggal dunia pada 29 Agustus 2020 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur sekitar pukul 21.00 WIB.
Berita Terkait
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Penderitaan 21 Tahun Warga Bintaro: Akses Jalan Tersandera Pungli, DPRD Desak Pemkot Bertindak!
-
Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'