Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi perekonomian di banyak belahan dunia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan untuk mendukung proses tersebut, pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan warga negara dan pemulihan kondisi keuangan Indonesia.
“Termasuk dengan memberikan kesempatan kerja, mendorong substitusi impor, memberdayakan UMKM dan credit unions, mendorong investasi dan pasar saham, dan tentu saja, menjaga keseimbangan pembayaran,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam United States – Indonesia Investment Virtual Summit 2020: Partners in Recovery dari Jakarta, Jumat (11/12/2020).
Guna mendorong percepatan transformasi digital, Menteri Kominfo menegaskan Kementerian Kominfo membuka peluang kolaborasi dan kemitraan multipihak dalam mengoptimalkan pertumbuhan sektor komunikasi dan informatika. Oleh karena itu, Menteri Kominfo menegaskan Pemerintah membuka peluang untuk kerja sama teknis yang nyata.
“Dalam menjajaki opsi baru solusi teknologi, Kementerian Kominfo kini menantikan kerja sama teknis yang nyata, terutama dalam hal infrastruktur digital dan pengembangan talenta digital,” tegasnya.
Menurut Menteri Johnny, Pemerintah Indonesia sangat berterima kasih atas kolaborasi yang bermanfaat di bidang-bidang ini dan terbuka untuk diskusi lebih lanjut guna meningkatkan akses masyarakat ke aset teknologi.
“Kemitraan tersebut dapat terwujud melalui komitmen konkret dalam membantu para startup dan UMKM kami untuk mengadopsi solusi teknologi dalam kegiatan bisnisnya, dengan dukungan skema pendanaan yang diperlukan.
Menurut Menteri Kominfo, Tahun 2020 telah menjadi tahun yang sangat menantang. Namun masih ada peluang sesuai hasil survei Amcham dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) yang sebagian besar perusahaan mengantisipasi bahwa pandemi akan terus berdampak hingga setidaknya Q2 2021.
“Tetapi akhirnya ada cahaya di ujung terowongan. Penelitian vaksin menjanjikan dengan efektivitas hampir 90 persen, memberi kami harapan bahwa ini akan membantu menstabilkan bisnis dalam 'normal baru' pada Q2 2021 atau setelahnya,” ujarnya optimistis.
Menteri Johnny mengakui di masa-masa sulit ini, setiap negara akan membutuhkan lebih banyak sumber daya, kepercayaan, dan mobilitas ekonomi yang lebih tinggi. Semua itu akan membantu ekonomi pulih lebih cepat dan bangkit kembali lebih kuat.
Baca Juga: Ada Akun Facebook Palsu Wali Kota Serang, Syafrudin: Kominfo Harus Telusuri
“Ke depan, Pemerintah Indonesia menyambut baik kolaborasi baru dengan Kamar Dagang Amerika dan sektor swasta di sini dalam semangat “Partners in Recovery”,” tegasnya.
Menteri Kominfo mengharapkan forum investasi virtual itu akan menjadi ajang diskusi yang produktif. Apalagi membahas megenai cara dan sarana memanfaatkan potensi sektor digital Indonesia.
“Pembahasan masalah ini sangat tepat waktu, mengingat sektor digital telah menjadi kontributor besar pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.
Jaga Kepercayaan Lewat Stimulus
Menurut Menteri Kominfo, kemerosotan ekonomi akibat virus corona telah mengakibatkan lonjakan angka pengangguran secara global. Mengutip data Kementerian Keuangan, selama pandemi, di Indonesia, 29 juta orang terkena dampak.
“Di mana 24 juta orang mengalami pengurangan jam kerja dan 2,5 juta orang menganggur, yang menyebabkan total 9,77 juta pengangguran dan 2,36 juta orang membutuhkan sumber daya baru,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Fitur Baru Simonas, Permudah Lulusan DTS Temukan Profesi Idaman
-
Ada Akun Facebook Palsu Wali Kota Serang, Syafrudin: Kominfo Harus Telusuri
-
Virus Covid-19 Teror Lingkungan Pemkot Jogja, 6 Pegawai Kominfo Positif
-
Migrasi ke Digital, Kominfo: Nantinya TV di Rumah Akan Hilang
-
Kominfo Peringatkan Operator Seluler untuk Tak Perang Tarif
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata
-
Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia
-
Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel
-
Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia