Ketua Mahkamah Partai Golkar versi Munas Riau 2009, Muladi [suara.com/Kuriawan Mas'ud]
Riwayat Pendidikan Muladi
- Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (S-1 Hukum Pidana) (1968)
- International Institute of Human Rights di Strasbourg, Prancis (1979)
- Ilmu Hukum Program Pascasarjana FH Universitas Padjajaran, Bandung (S-3) (1984) dengan predikat Cumlaude
- KSA III Lemhanas (1993)
Riwayat Karier
- Rektor dan Guru Besar Universitas Diponegoro.
- Ketua Delegasi Indonesia pada Kongres Crime on Prime Prevention and Criminal Justice (ECOSOC) (1991–1998)
- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Fraksi Utusan Daerah (1997–1999)
- Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (1993–1998)
- Menteri Kehakiman (Menkeh) Kabinet Pembangunan VII (1998) dan Kabinet Reformasi Pembangunan merangkap Menteri Sekretaris Negara (1998–1999)
- Ketua Institute for Democracy and Human Rights di The Habibie Center, Jakarta (1999–2002)
- Gubernur Lemhannas (2005–2011)
- Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (sejak 2006)
- Anggota Badan Penyelenggara Universitas Semarang (USM)
- Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hukum dan HAM (2009–2014)
- Anggota Dewan Komisaris Pertamina[8]
- Ketua Badan Pengelola Gelora Senayan dan Kemayoran[8]
- Hakim Agung RI (September 2000–Juni 2001)
Penghargaan yang Diraih Muladi
- Dwija Sista dari Departemen Pertahanan dan Keamanan (1991)
- Man of the Year dari Harian Suara Merdeka, Semarang (1995)
- Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden RI (1995)
- DAN VI Karate (INKAI) (1998)
- Bintang Mahaputra Adi Pradana Kelas II dari Presiden RI (1999)
- The Best Alumni of Undip (2003)
- Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI (2006)
Demikian riwayat singkat dan profil Muladi, Mantan Menteri Kehakiman Indonesia. Selamat jalan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Meski Diancam Roby Tremonti, Hesti Purwadinata Terus Dukung Aurelie Moeremans
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
-
Cegah Ketimpangan, Legislator Golkar Desak Kemensos Perluas Lokasi Sekolah Rakyat di Seluruh Papua
-
Naura Ayu Ungkap Pengalaman Pahit di Awal Karier: Diremehkan Idolanya?
-
Profil Aurelie Moeremans, Aktris Multitalenta di Balik Buku Broken Strings
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR