Suara.com - Selama pandemi, pemerintah menyediakan 940 rumah sakit untuk rujukan pasien Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkait penanganan Pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah dalam pelayanan kesehatan.
Dia mengatakan selama penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020, pemerintah berfokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan untuk memastikan pasien yang terkonfirmasi positif Virus Corona dapat ditangani dengan baik dan sesuai standar.
"Sesuai standar, hingga saat ini terdapat 940 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan jumlah total tempat tidur di ruang isolasi dan ICU sebanyak 45.023 tempat tidur," ujar Wiku dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Kamis (31/12/2020).
Wiku memaparkan, secara persentase, tingkat pemanfaatan tempat tidur di ruang isolasi dan ICU Covid-19 tingkat nasional mencapai 62,63 persen.
Dari rata-rata presentase tersebut, terdapat lima provinsi dengan persentase pemanfaatan tertinggi, yakni Jawa Barat 77 persen, DI Yogyakarta 77 persen, Banten 77 persen, Jawa Timur 72 persen dan Jawa Tengah 72 persen.
Pemerintah juga tak hanya fokus pada penanganan pasien Covid-19. Tetapi juga, berkomitmen terutama kepada pahlawan kesehatan agar tidak ada lagi tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani pandemi Covid-19 di garda terdepan. Caranya yakni dengan mengoptimalisasi perlindungan dan keselamatan tenaga kesehatan.
"Hal ini diwujudkan dengan sebuah tim khusus yang memantau dan bertindak cepat dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas," katanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tenaga kesehatan di Indonesia yang bekerja keras setiap harinya menangani pandemi ini.
"Terimakasih atas kerja keras dan semangat dari dokter, perawat, petugas laboratorium serta semua rekan petugas kesehatan di Indonesia," katanya.
Baca Juga: Gawat! Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di 8 Daerah Ini Telah Lewati Batas
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak