Suara.com - Para pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington DC pada hari Rabu (6/1) yang menjadi insiden memalukan untuk negara besar tersebut.
Jauh sebelum kerusuhan yang menyebabkan seorang wanita tewas tertembak ketika ia merangsek masuk ke dalam gedung, sosok ini sudah memperkirakan hal tersebut.
Arieh Kovler, seorang penulis dan konsultan politik membagikan sebuah tread di Twitter yang menggambarkan insiden kerusuhan tersebut.
Di awal postingan yang ia unggah pada 21 Desember 2020, Kovler menyematkan sebuah foto pendukung Donald Trump dan menyebut mereka marah pada Demokrat.
"Orang-orang ini marah pada Demokrat. Mereka marah pada GOP karena tidak menangguhkan demokrasi. Mereka membenci media, dan banyak yang menganggap polisi sebagai musuh bahkan saat mereka mengibarkan bendera "kehidupan biru" alih-alih Bintang dan Garis," tulis Kovler.
Pengunjuk rasa pro-Donald Trump, yang kesal dengan hasil pemilihan presiden, menyerbu Capitol AS pada hari Rabu (6/1).
Saat itu, Kongres sedang mengadakan pertemuan untuk menghitung suara elektoral yang mengesahkan kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS.
Pengunjuk rasa menerobos barikade Polisi Capitol AS dan menerobos masuk ke gedung. Akibatnya, para anggota dewan dievakuasi ke tempat yang aman.
Pada lanjutan postingannya, Kovler menceritakan bahwa pendukung Trump yakin jika pada 6 Januari, Kongres akan mengumumkan jika Trump adalah pemenangnya. "Mereka yakin bahwa Kongres akan, entah bagaimana, mengumumkan Trump sebagai pemenang pada 6 Januari." tulisnya.
Baca Juga: Kerusuhan di Gedung DPR AS, Massa Serang Media hingga Kamera Diinjak-injak
Bahkan Kovler menyebutkan "Mungkin Pence akan menolak untuk menghitung Suara Pemilihan dari negara bagian yang dimenangkan Biden? Atau Senat akan membuang suara itu? Atau Justice Thomas? Kalau tidak..."
"... beberapa orang berpikir Trump akan menang karena *mereka* akan memastikannya. Mungkin dengan memaksa Kongres untuk mengesahkan dia (Trump) sebagai pemenang dengan todongan senjata. Mungkin sebagai pasukan pendukung untuk kudeta militer Trump." tulis Kovler.
Kovler juga memprediksikan jika para pendukung Trump akan terkejut jika Donald Trump tidak memenangkan pemilihan dan mengesahkan Joe Biden.
"Ketika Kongres mengesahkan Biden, orang-orang ini akan terkejut. Dunia mereka akan runtuh. Dan itu akan terjadi saat mereka (secara ilegal) dipersenjatai dan berkumpul di DC. Itu adalah nitrogliserin dari campuran yang dapat meledak." tulis Kovler.
Kovler juga menanyakan mengenai pengamanan di gedung Kongres saat mengesahkan, merujuk pada pengamanan di Gedung Putih.
"Bagaimana 6 Januari akan diadakan? Kita telah melihat bahwa Gedung Putih dapat secara efektif menyita polisi DC, dan membangun pasukan paramiliter ad-hoc dari petugas penjara dan CBP. Akankah Kongres mendapatkan perlindungan yang dibutuhkannya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'
-
1.273 Personel Gabungan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!