Suara.com - Tim SAR Gabungan yang berasal dari penyelam Kopaska dan Denjaka TNI AL menemukan tiga kantong berisi serpihan pesawat dan peralatan pribadi dalam operasi pencarian ketujuh pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Jumat (15/1/2021) malam. Mereka juga menemukan dua unit komponen pesawat yang cukup berat.
Dua unit komponen pesawat itu adalah turbin seberat 200 kilogram. Temuan itu telah dibawa menggunakan KRI Parang menuju Posko Terpadu JICT II, Jakarta Utara.
"Terakhir ada 2 buah komponen mesin pesawat yang cukup berat kurang lebih 200 kg beratnya (turbin) dan harus diangkat," kata Komandan KRI Parang, Letkol Laut KRI Parang Hendra Dwinanto di lokasi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengapresiasi kerja tim SAR atas temuan itu.
\Menurutnya, temuan berupa turbin tersebut sangat membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi lebih lanjut.
"Tentu ini menjadi hal yang dangat membantu bagi KNKT khususnya untuk bisa diproses lebih lanjut," ungkap dia.
Pada sore tadi, tim SAR Gabungan telah menemukan sebanyak 13 kantong berisi potongan tubuh manusia atau body part. Temuan 13 kantong tersebut alan diserahkan pada pihak Disaster Victim Investigation (DVI) Polri dan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Berita Terkait
-
Besok, Jenazah Agus Minarni Korban Sriwijaya Air Dipulangkan ke Mempawah
-
Update Sriwijaya Air SJ182, 17 Korban Berhasil Dikenali
-
Tambah 5, Total 17 Korban Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Teridentifikasi
-
Jenazah Pramugari Sriwijaya Air Mia Trasetyani Akan Dimakamkan di Mumbul
-
Terkumpul 13 Kantong, Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air Ditemukan Lagi
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG