Suara.com - Joe Biden langsung banjir ucapan selamat setelah upacara pelantikannya menjadi Presiden Amerika Serikat ke-46, termasuk dari Eropa, China, dan Timur Tengah.
"Sekali lagi, setelah empat tahun yang panjang, Eropa memiliki teman di Gedung Putih," Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada hari Rabu, disadur dari CNN, Kamis (21/1/2021)
"Fajar baru di Amerika ini adalah saat yang sudah lama kita tunggu-tunggu. Eropa siap untuk awal baru dengan mitra tertua dan terpercaya kita," ujarnya di Parlemen Eropa di Brussel, Belgia.
Von der Leyen mengatakan pelantikan Biden akan "menjadi pesan penyembuhan bagi bangsa yang terpecah belah dan itu akan menjadi pesan harapan bagi dunia yang menunggu AS untuk kembali."
Di Twitter, Von der Leyen menambahkan: "Amerika Serikat telah kembali. Dan Eropa siap. Untuk terhubung kembali dengan mitra lama dan tepercaya, untuk menghembuskan kehidupan baru ke dalam aliansi yang kita cintai."
Biden mengisyaratkan kemitraan yang lebih hangat dengan Eropa daripada Trump, yang sering mengkritik perdagangan UE selama pemerintahannya.
Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengucapkan "ucapan selamat terhangat," menambahkan bahwa dia menantikan "babak baru" dalam hubungan Jerman dengan AS, menurut tweet dari juru bicaranya Steffen Seibert.
Presiden Jerman juga ikut menyatakan rasa lega bahwa Biden dilantik pada hari Rabu dan menyebutnya "hari yang baik untuk demokrasi."
"Di Amerika Serikat, (demokrasi) bertahan melawan banyak tekanan," kata Frank Walter Steinmeier dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Tangan di Atas Alkitab Pusaka, Biden Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden AS
"Terlepas dari permusuhan internal, lembaga-lembaga Amerika telah terbukti kuat - pekerja pemilu, gubernur, peradilan, dan Kongres. Saya lega bahwa Joe Biden dilantik sebagai Presiden hari ini dan datang ke Gedung Putih. Saya tahu perasaan ini juga dimiliki oleh banyak orang di Jerman." ucapnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron tak ketinggalan menandai hari pelantikan Joe Biden dalam sebuah tweet yang menyambut kembali AS ke dalam perjanjian iklim Paris.
"Kita bersama. Kita akan lebih kuat menghadapi tantangan zaman kita. Lebih kuat untuk membangun masa depan kita. Lebih kuat untuk melindungi planet kita. Selamat datang kembali di Perjanjian Paris," kata Macron.
Biden akan menandatangani serangkaian tindakan eksekutif di Oval Office pada hari Rabu, termasuk untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Paris.
China
Beberapa jam sebelum pelantikan, Beijing mengungkapkan harapan bahwa Biden akan "melihat China secara rasional dan objektif" untuk memperbaiki "kerusakan serius" dalam hubungan bilateral yang disebabkan selama masa kepresidenan Trump.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi
-
Rp 1,3 Triliun Digelontorkan untuk Pembangunan Jalan di Sumut
-
Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara
-
Gerakan Pilah Sampah Jakarta Masih Berproses, Dampaknya Belum Terlihat
-
Kasus Duel Maut WNA Brunei di Blok M Masuk Radar Interpol, Ini Motifnya
-
Skandal Riset AI Kedokteran Demi Travel Grant, MGBKI Desak Audit Total