Suara.com - Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) diundur. Pengunduran jadwal Asesmen Nasional ini disampaikan Mendikbud dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI secara virtual, Rabu, 20 Januari 2020. Sudah tahukah Anda mengenai asesmen yang dimaksud oleh Nadiem Makarim ini? Kalau belum, mari kita pahami dulu apa itu asesmen nasional dan jadwal pelaksanaannya kita cermati kemudian.
Pengertian Asesmen Nasional
Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Ada tiga komponen dalam Asesmen Nasional yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan.
Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional
Rencana awal Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada minggu pertama Maret 2021 untuk kelas 11 SMA/MA. Sedangkan kelas 11 SMK, Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Maret 2021.
Siswa kelas 8 SMP/MTs akan mengikuti pengganti UN 2021 ini pada minggu ketiga Maret 2021. Di minggu keempat Asesmen Nasional akan diikuti oleh Paket C. Paket A dan Paket B akan mengikuti Asesmen Nasional pada awal April 2021. Untuk kelas 5 SD/MI dilaksanakan pada Agustus 2021.
Pandemi yang masih menguat di Indonesia menjadi alasan Asesmen Nasional diundur hingga bulan September-Oktober 2021.
Arti Penting Asesmen Nasional
Asesmen Nasional bertujuan tidak untuk mengevaluasi siswa per individu dan tidak dimanfaatkan untuk Syarat penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Asesmen Nasional hanya sebuah evaluasi kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dalam asesmen nasional yang akan dinilai ialah literasi, numerasi, karakter siswa, dan nilai-nilai pancasila yang diterapkan di sekolah. Asesmen Nasional juga bertujuan untuk mengetahui sekolah mana yang paling tertinggal. Sehingga, kedepannya, Kemendikbud dapat memetakan strategi dan anggaran untuk membantu sekolah-sekolah yang teridentifikasi.
Baca Juga: Corona Kian Memburuk, Mendikbud Nadiem Tunda Pelaksanaan Asesmen Nasional
Demikian pengertian asesmen nasional dan jadwal pelaksanaannya.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Bantah Pernyataan Nadiem, Jaksa Sebut Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan di Pengadaan Chromebook
-
Nadiem Makarim Jadi Saksi Mahkota, Bantah Tuduhan Konspirasi Hingga Klarifikasi Pesan WhatsApp
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029