Suara.com - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia turun menjadi peringkat 102 dengan skor 37 secara global pada 2020. Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) watau Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menilai praktik korupsi bukan hanya menjadi tugas pihaknya saja namun seluruh bangsa Indonesia.
"KPK menggambarkan bahwa korupsi itu bukan hanya beban KPK, penegak hukum lainnya, tetapi sesungguhnya beban bangsa kita semua," kata Ghufron dalam diskusi Transparency International Indonesia (TII) secara virtual, Kamis (28/1/2021).
Mengutip dari paparan TII, ada tiga indikator utama untuk menentukan skor IPK setiap negara yakni ekonomi dan investasi, penegakkan hukum, dan politik-demokrasi. Ghufron menilai penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi yang berjalan dinilai sudah naik, tetapi ada penurunan di sektor ekonomi dan investasi.
"Artinya apakah ada kepastian hukum dalam berusaha. Apakah dalam berusaha memiliki aspek yang harus memberi suap atau tidak," ujarnya.
Lebih lanjut, Ghufron melihat adanya kesinambungan antara sektor ekonomi-investasi dan sektor politik-demokrasi. Semisal saja soal perizinan berusaha yang dikelola dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.
Kemudian untuk sektor politik-demokrasi juga dicontohkan dengan mulai dari partai politik, kemudian penyelenggara pemilu hingga pemilih.
"Seberapa kemudian pada saat kontestasi politik, misalnya pemilu, pileg, sampai pilkada, masyarakat seakan menerima dan menganggap serangan fajar, pemberian sembako, amplop itu dianggap biasa," tuturnya.
Sementara, KPK berdiri dengan tanggung jawab untuk membersihkan sisi "hilir" nya. Padahal menurut dia, tanggung jawab itu harus dimulai dari hulu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
"Kebanyakan kepala-kepala daerah, mau masuk investor, itu sudah minta lebih dulu di awal. Yang begitu-begitu itu sebetulnya, KPK perlu bekerja sama dengan semua stakeholder baik dari sektor politik, penegakan hukum, maupun ekonomi," ungkap Ghufron.
Baca Juga: ICW Sebut Kebijakan Pemerintah Jadi Faktor Indeks Korupsi Indonesia Merosot
"Oleh karena itu tentunya, KPK memahami ini dan karenanya KPK tidak bisa sendiri," tutupnya.
Berita Terkait
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
KPK Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Suap Diskon Pajak di Kemenkeu
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
Sidang Putusan Anak Riza Chalid Hari Ini di Kasus Korupsi Minyak Rp285 Triliun
-
Bahas Isu Strategis hingga Tindak Lanjut BoP, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania
-
Fakta Baru Kasus SPBU Cipinang, Polisi Ungkap Pelat Nomor Pelaku
-
Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik
-
Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri