News / Nasional
Selasa, 02 Februari 2021 | 15:41 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) saat disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tidak ada formula yang standar yang digunakan dalam menghadapi Covid-19. Menurutnya, hal itu berdasarkan pengalaman pemerintah sejak dari awal munculnya pandemi Corona di tanah air.  

"Pengalaman 11 bulan ini mengajarkan pada kita bahwa dalam menghadapi pandemi tidak ada formula yang standar, yang disebut rumusan formula yang benar juga tidak ada," ujar Jokowi dalam soft launching Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Golkar Insutite yang  digelar secara virtual, Selasa (2/2/2021). 

Kata Jokowi, 215 negara di dunia, juga sama-sama mencari formula yang tepat digunakan untuk menangani Covid-19.  Karena itu dibutuhkan manajemen untuk mengelola krisis secara cepat dan tepat.

"Karena 215 negara di dunia mencari formula yang tepat untuk digunakan di negaranya masing-masing. Karena itu dibutuhkan manajemen untuk mengelola krisis secara cepat dan tepat," ucap dia.

Ia pun meminta seluruh kader Partai Golkar dan calon kepala daerah untuk belajar dan menimba pengalaman dari situasi saat ini dan pentingnya memiliki perasaan bahwa situasi yang dihadapi tidak biasa-biasa saja.

"Dalam menghadapi situasi krisis seperti ini kita harus mengetahui situasi lapangan memiliki kecerdasan lapangan, menguasai manajemen lapangan, mampu melihat hambatan dan kendala yang dihadapi di lapangan, dan segera mencari solusi untuk menyelesaikan masalah," kata Jokowi. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan pemerintah sedang mengerahkan seluruh sumber daya untuk mengatasi pendemi. Salah satunya yakni melaksanakan vaksinasi dengan cepat, untuk memutus rantai penyebaran Covid.

Pemerintah kata Jokowi juga sedang menyeimbangkan rem dan gas mengendalikan penyebaran virus sekaligus melaksanakan berbagai program pemulihan ekonomi nasional. 

"Menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk menjawab peluang pasca pandemi, yang akan menjadi trigger untuk ekonomi bergerak lebih cepat," katanya.

Baca Juga: Viral Anak SD Nyanyi Sindir Presiden: Orang Kaya Dapat Bantuan, Kami Tidak

Load More