Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar, menanggapi soal adanya empat faksi mendukung pergantian Ketua Umum Agus Harimurti Yudhyono (AHY) ke tangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Menurutnya hal itu menjadi masalah, mengingat posisi Moeldoko bukan kader.
Renanda berujar urusan dukung mendukung tidak menjadi soal. Hanya saja yang perlu menjadi catatan mereka yang didukung memimpin Partai Demokrat harus berasal dari internal. Terlebih, cara pengambilalihan kekuasaan tersebut dilakukan secara paksa.
"Ya silakan saja siapapun mau maju menjadi Ketum partai manapun. Yang jadi masalah adalah ketika ada figur yang bukan jadi anggota partai ingin mengambil paksa partai dengan cara-cara di luar AD/ART yang disahkan serta dilindungi konstitusi," kata Renanda kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).
Di sisi lain, pernyataan mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso terkait empat faksi dinilai ada tujuan tertentu.
Tujuan itu dikatakan Renanda, untuk memutus keterlibatan Moeldoko dalam gerakan kudeta Partai Demokrat.
"Padahal jelas-jelas Pak Moeldoko sendiri mengakui bertemu sejumlah DPC kami yang mengira undangan pertemuan itu sesuai dengan penjelasan Johny Allen yang mengatakan ada bantuan sosial bencana untuk para DPC tersebut," kata Renanda.
Karena itu Renanda menganggap klaim Yus soal keberadaan empat faksi mendukung Moeldoko masih terlalu dangkal.
"Soal pendapat Yus soal faksi-faksi yang dibagi atas mazhab periode kepemimpinan dari Ketum ke Ketum itu sangat cetek dan tidak faktual," ujar Renanda.
Baca Juga: Dibanding Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Untung Kudeta 3 Partai Ini
Sebelumnya, mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Partai Demokrat Yus Sudarso mengatakan bahwa ada empat faksi yang mendorong pergantian Ketua Umum Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.
"Saya amati dan tahu ada setidaknya 4 faksi," kata Yus dalam Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).
Ia kemudian menyebutkan siapa saja keempat faksi yang dimaksud. Pertama, yakni faksi pendiri sekaligus faksi Subut Budi Santoso yang merupakan ketua umum pertama Partai Demokrat. Kedua ialah faksi dari Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres 2005 di Bali, yaitu Hadi Untung.
Sementara itu untuk faksi ketiga dan keempat masing-masing, yaitu faksi Anas Urbaningrum --ketua umum Partai Demokrat hasil Kongres di Bandung pada 2010-- dan faksi Marzuki Alie.
Yus menegaskan bahwa tidak ada rekayasa apapun terkait keempat faksi yang memiliki keinganan sama tersebur. Ia juga mempertanyakan di mana letak kesalahan para internal yang menginginkam pergantian pucuk pimpinan dari AHY ke tangan Moeldoko.
"Ini adalah sepenuhnya bagian dari internal partai. Apa salahnya kami? Seperti pendiri di awal menjemput SBY untuk mengantarkan beliau ke pimpinan RI 2004,"
Berita Terkait
-
Soal Tudingan Kudeta Demokrat, Rocky Gerung: Pak Moeldoko Kena OTT
-
Dibanding Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Untung Kudeta 3 Partai Ini
-
Demokrat Era AHY: DPD dan DPC Tak Bisa Pilih Paslon Kepala Daerah Sendiri
-
Senior Demokrat: Era AHY, Calon Kepala Daerah Ditentukan DPP, Kader Kecewa
-
Jelaskan Soal KLB Demokrat, Teddy Gusnaidi ke AHY: Lu Ngerti Enggak Sih?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Warga RT 02 Tebet Tak Lagi Buang Sampah Dapur ke TPA: Diubah Jadi Pupuk dalam Sumur Teba
-
Waspada Hantavirus, Arab Saudi Perketat Pengawasan Gerbang Masuk ke Negara
-
Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!
-
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri
-
Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit
-
Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?
-
Perum Bulog Rayakan HUT ke-59 dengan Kegiatan Sosial dan Pelayanan Masyarakat
-
Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas
-
Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores
-
Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi