Di sisi lain, Mugabe berambisi mendudukkan sang isteri pada jabatan wakil presiden. Pekan sebelumnya, wakil presiden Zimbabwe yang juga seorang tentara veteran, Emmerson Mnangagwa, dipecat secara sepihak.
Kondisi politik yang memanas memaksa Mugabe mundur setelah berkuasa selama hampir 40 tahun. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Mnagagwa yang kembali bersama partai berkuasa ZANU-PF Zimbabwe.
4. Turki
Upaya kudeta pernah dilancarkan kelompok militer Turki untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli 2016. Namun upaya itu gagal setelah mendapatkan tentangan dari warga sipil.
Kantor berita Aljazeera melaporkan puluhan pasukan tentara dan tank turun ke jalan mengebom gedung parlemen. Ledakan terdengar di sekitar Ankara dan Istanbul.
Kendati begitu ribuan warga justru pergi ke jalan di sekitar alun-alun di kawasan Anatolia dengan membawa peralatan dapur. Aksi ini membuat kelompok militer menyerah di jembatan Bosphorus Istanbul. Dilaporkan upaya kudeta menewaskan 241 warga Turki dengan 2.194 warga lainnya mengalami luka-luka.
Aljazeera menyebutkan upaya kudeta militer erat kaitannya dengan pemimpin gerakan keagamaan berpengaruh di Turki, Gulen. Gulen terlibat aktif dalam Hizmet, yang dinilai sebagai kelompok terlarang Turki.
Kelompok ini memiliki sentimen politik dengan Presiden Erdogan. Hizmet juga memiliki yayasan, sekolah, dan organisasi media yang tersebar di penjuru Turki dan dunia.
Presiden Erdogan lantas bertindak tegas dengan melumpuhkan segala gerakan Hizmet. Yayasan dan sekolah dilarang beroperasi. Media milik Hizmet dibredel. Pemerintah juga memecat ribuan pejabat militer, pilot, akademisi, dan pegawai negeri yang dituduh terlibat dengan Hizmet.
Baca Juga: Buntut Kudeta Militer, Myanmar Blokir Layanan Facebook
5. Thailand
Kudeta militer juga pernah terjadi di Thailand pada 22 Mei 2014. Pengambilalihan kekuasaan secara paksa itu dilatarbelakangi oleh unjuk rasa besar-besaran yang menuntut Perdana Menteri Thailand saat itu, Yingluck Shinawatra meletakkan jabatannya.
Pemerintahan Yingluck dianggap terlalu dikendalikan kakaknya yang juga mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra. Thaksin melarikan diri ke luar negeri pada 2006.
Reuters mencatat tiga tahun kemudian konstitusi bentukan militer telah diratifikasi dengan referendum. Raja Thailand Vajiralongkorn dapat meningkatkan kekuasaannya melalui pemilihan umum.
Sampai tahun 2020 lebih dari 12.000 orang bergabung dengan gerakan antipemerintah Run Against Dictatorship. Kemudian 18 Juli 2020 sekitar 2.500 pengunjuk rasa berkumpul di Monumen Demokrasi. Peristiwa tersebut menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang menyerukan pembubaran parlemen dan pemilihan baru.
6. Madagaskar
Kudeta militer di Madagaskar 8 Maret 2010 lalu dilatarbelakangi oleh penindasan yang dilakukan terhadap warga sipil. Pembelaan terhadap warga sipil dilakukan kalangan militer dengan pemberontakan di kamp di luar ibu kota Madagaskar, Antananarivo.
Panglima militer Madagaskar yang juga terlibat dalam kudeta, Jenderal Edmond Rasolofomahandry kemudian mengumumkan ultimatum 72 jam bagi para pemimpin politik untuk menyelesaikan perselishan atau menghadapi intervensi militer.
Sebelumnya pemerintah Madagaskar sempat memecat Wali Kota Antananarivo, Rajoelina. Pemecatan itu memunculkan aksi massa yang menewaskan sedikitnya 28 warga. Namun berkat dukungan militer, Rajoelina kembali menjabat hingga memimpin pemerintahan transisi serta berjanji bakal menyelenggarakan pemilihan dalam dua tahun.
Walau demikian, Desember 2010 pembangkangan militer kembali terjadi. Mereka menangguhkan semua lembaga pemerintah dan menyerahkan tanggung jawab pada dewan militer.
Demikian daftar negara yang pernah kudeta militer selain Myanmar. Semoga situasi politik di negara tetangga Indonesia ini segera kondusif.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan
-
Viral Nilai Fantastis Biaya Suvenir HUT RI di Istana Negara? Rp22 atau 34 Miliar
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
-
5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda
-
Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu