Suara.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Atal S. Depari mengingatkan pentingnya regulasi untuk melindungi keberlangsungan media mainstream menghadapi disrupsi media sosial.
"Negara perlu hadir dengan regulasi untuk menjaga keberlangsungan media mainstream," kata Atal saat webinar tentang Regulasi Negara Dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos dari kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (4/2/2021).
Webinar tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional 2021.
Atal mengakui media nasional sekarang ini selain mengalami krisis ekonomi juga mengalami krisis akut akibat tekanan disrupsi digital.
Kondisi itu, kata dia, diperkuat dengan penetrasi dari medsos, situs pencari informasi, hingga situs e-commerce yang kian mengguncang daya hidup media konvensional.
"Rasanya, tidak cukup bicara solusinya dengan konvergensi media, tapi perlu diperkuat dengan payung hukum yang tegas," kata Atal yang juga penanggung jawab HPN 2021.
Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui pentingnya regulasi yang mengatur secara fair dan adil dalam persaingan yang dihadapi media mainstream atau media konvensional di tengah disrupsi digital.
Yasonna menilai media konvensional bagaimanapun juga harus menyesuaikan diri, salah satunya melalui konvergensi media dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
"Di Indonesia juga sudah terjadi siaran televisi maupun radio dapat dinikmati secara streaming. Beberapa portal menampilkan video bekerja sama dengan stasiun televisi. Konvergensi seperti ini barangkali menjadi beberapa alternatif yang perlu dipikirkan ke depan," katanya.
Tentu, kata dia, butuh regulasi sebagai payung hukum sehingga telah disiapkan RUU terkait konvergensi meskipun belum masuk dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) dalam periode lima tahun ini.
"Tetapi, jika kepentingan ini mendesak dapat kita pikirkan karena prolegnas bisa kita evaluasi pada pertengahan tahun. Walaupun regulasi belum ada, bukan berarti kita menolak konvergensi," ujarnya.
Karena itu, kata Yasonna, Kemenkumham berupaya mencari masukan dari berbagai pihak untuk penyusunan regulasi yang tepat, seperti dari PWI dan pihak terkait, salah satunya melalui seminar yang tengah digelar.
"Kemenkumham sebagai pembantu presiden dalam penyelenggaraan negara di bidang hukum terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin memberikan masukan tentang konvergensi dan RUU Konvergensi Media dan lainnya terkait menyikapi digitalisasi media," kata Yasonna. [Antara]
Berita Terkait
-
Tak Cuma Jago Akting, Aktor Chandra Wahyu Sabet Penghargaan Inspiratif di HPN 2026
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Pengurus PWI Pusat 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Meutya Hafid Titip Pesan Ini
-
Karlip Wartawan CNN Dicabut Istana, Forum Pemred-PWI: Ancaman Penjara Bagi Pembungkam Jurnalis!
-
Alumni Lemhanas Turun Gunung, Johnny Hardjojo Siap Bertarung Jadi Ketua Umum PWI Pusat 2025-2030
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!