Suara.com - Sejumlah kota di New South Wales terkena serangan ratusan ribu tikus dan mengancam sektor pertanian.
Menyadur The Sun, Minggu (7/2/2021) wilayah pedesaan di New South Wales dan beberapa negara bagian lain terkena serangan hama tikus yang berkembang biak selama musim hujan.
Para ahli telah mengeluarkan peringatan bahwa kemungkinan jumlah tidak akan menurun saat musim dingin dan mengancam hasil panen para petani.
Sebuah video yang beredar menunjukkan ratusan tikus melintasi jalan dan masuk ke ladang. Video tersebut, diambil di kota dengan populasi 1.500 warga.
Para akademisi dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) mengatakan masalahnya kemungkinan akan menjadi lebih buruk.
"Mereka muncul entah dari mana. Ratusan ribu dari mereka, menyerang rumah dan bisnis warga. Ini masalah yang cukup sulit untuk menyingkirkan semuanya," buka Al Karanouh, walikota salah satu kota di NSW kepada News.com.au.
"Jelas mereka menimbulkan bau ketika mati, mereka memakan semua yang ada di rumah Anda, dan kotoran mereka tidak enak. Jumlahnya banyak." jelasnya.
Petugas penelitian CSIRO Steve Henry mengatakan pihaknya telah menerima laporan di hampir 1.000 mil di tenggara Australia.
"Tikus mulai berkembang biak ketika mereka berumur enam minggu, dan melahirkan anak setiap 19 sampai 20 hari setelah itu," jelasnya.
Baca Juga: Sudah Tiba di Sydney, Syahrian Abimanyu Segera Berseragam Newcastle Jets
"Mereka dapat memiliki hingga 10 anak, yang berarti tingkat peningkatannya sangat dramatis. Segera setelah mereka memiliki anak, mereka hamil lagi. Mereka melahirkan anak berikutnya sambil memberi makan yang sebelumnya." sambungnya.
Banyak petani yang sudah memanen tanaman mereka. Namun, dikhawatirkan tikus akan terus berkembang biak dengan cara yang sama dan mengancam hasil panen yang akan datang.
Penduduk setempat mengalami serangan hama serupa pada tahun 1984, ketika seorang petani memusnahkan ribuan tikus menggunakan penyembur api.
Tetapi harapan terbaik untuk membasmi hama adalah cuaca dingin atau hujan lebat, menurut seorang anggota dewan setempat.
Para ahli juga mengatakan bahwa ketika hewan pengerat berkembang biak terlalu cepat, mereka menghabiskan sumber makanan.
"Saat makanan menipis dan penyakit menyerang populasi, mereka mulai memakan keturunan mereka. Itu membuat populasi merosot dengan cepat," kata Henry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat
-
Pesta Belanja Jakarta Festive Wonder: Diskon Hingga 70 Persen di 80 Pusat Perbelanjaan Saat Ramadan
-
Gaji Tak Cukup, Kebutuhan Hidup Menumpuk: Guru Honorer Nekat Rangkap Jabatan Meski Dilarang Aturan
-
Memanas! Presiden Kuba Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei, Sebut AS-Israel Langgar Hukum Internasional
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno
-
Bandar Narkoba Setor Rp1,8 M ke AKP Malaungi Diburu! Polisi Beberkan Ciri Fisik Hamid alias Boy
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran!