Suara.com - Seorang aktris China memberi peringatan kepada kaum perempuan akan bahaya operasi kosmetik. Dia membagikan foto hidungnya yang rusak setelah prosedur yang ia jalani gagal.
Gao Liu adalah seorang penyanyi dan aktris yang telah membintangi banyak film dan program TV, dan kini dipandang sebagai bintang yang sedang naik daun.
Namun, ia tak lagi jadi pusat perhatian dalam beberapa bulan terkahir.
Unggahan di platform media sosial yang populer di China, Sina Weibo, ia menjelaskan alasan mengapa dirinya absen dari publik selama berbulan-berbulan karena "insiden bedah kosmetik".
Insiden bedah kosmetik itu membuat hidungnya mengalami nekrosis, yang berarti jaringan di ujungnya telah mati.
- Mengapa industri kecantikan bergairah dan siapa yang mempengaruhi tren ini?
- Korban bisnis bedah plastik Korsel
- Minat bedah plastik di Inggris 'dramatis'
Gao mengunggah foto-foto terbarunya kepada lima juta pengikutnya, yang kemudian memicu diskusi tentang bedah kosmetik, yang sangat populer di China.
Ia menuturkan bahwa pada bulan Oktober lalu, seorang teman memperkenalkannya kepada seorang ahli bedah plastik di sebuah klinik di selatan kota Guangzhou.
Aktris itu mengatakan dia memutuskan menjalani operasi pada hidungnya atas saran agar hidungnya "sedikit langsing".
Ia berpikir bedah kosmetik itu akan membantu meningkatkan karirnya.
Baca Juga: Benarkah Cuci Hidung Bisa Cegah Virus Corona? Begini Kata WHO!
"Seluruh prosedur berlangsung empat jam. Saya pikir dalam empat jam ini, saya akan menjadi lebih cantik," katanya kepada para pengikutnya.
"Saya tidak menyangka empat jam ini menjadi awal dari mimpi buruk."
Setelah menjalani prosedur, ia mengaku hidungnya mengalami "iritasi dan kesemutan" dan kemudian berulang kali mengalami infeksi.
Kendati begitu, ia diberitahu oleh dokternya bahwa ia bisa kembali bekerja pada Deseber
"Kulit di ujung hidung saya… menjadi lebih gelap dan menghitam, dan hidung saya mengalami nekrotik," katanya, menambahkan bahwa ia sempat terbesit untuk bunuh diri.
Gao menambahkan ia akhirnya dirawat di rumah sakit selama dua bulan, dan merugi sebesar 400.000 yuan, atau sekitar Rp867 juta karena kehilangan pekerjaan.
Ia mengatakan bahwa dirinya baru bisa menjalani operasi lanjutan yang rekonstruktif setidaknya selama satu tahun ke depan, karena tingkat kerusakan hidung yang ia alami.
Situs berita populer The Paper telah membagikan data publik dari Biro Kesehatan Distrik Tianhe di kota tersebut, yang menunjukkan bahwa klinik tempat Gao dirawat telah menerima lima sanksi administratif pada periode Maret hingga Oktober 2020.
Hingga kini belum jelas aturan apa saja yang dilanggar oleh klinik tersebut.
Sejumlah keluhan terkait klinik tersebut telah dilayangkan pada biro kesehatan sejak Gao berbagi pengalamannya di dunia maya, menurut The Paper.
Sebuah penyelidikan berkaitan klinik itu kini sedang berlangsung.
Di dunia maya, beberapa orang mendesak agar orang-orang yang terlibat dalam bedah kosmetik Gao bertanggungjawab.
Sementara pengguna internet yang lain menuntut perbaikan regulasi terkait cedera kosmetik di China.
Bedah kosmetik populer di China selama bertahun-tahun terakhir — hingga akhirnya pada 2004, China menjadi tuan rumah ajang ratu kecantikan khusus bagi mereka yang menjalani bedah kosmetik.
Prosedur kosmetik sangat lazim di kalangan kaum muda.
Surat kabar South China Morning Post mengatakan pada 2019 bahwa hampir dua pertiga dari 20 juta orang yang menjalani prosedur pada tahun sebelumnya berusia di bawah 30 tahun, dan "satu dari lima adalah pasca-milenial", yang berusia di bawah usia 21 tahun.
Surat kabar itu mengatakan bahwa banyak lulusan sekolah menengah memilih untuk "menjalani operasi sebelum memulai universitas, epercaya bahwa hal itu akan meningkatkan peluang mereka di tempat kerja dan dalam cinta".
Tetapi meningkatnya permintaan untuk bedah kosmetik menyebabkan menjamurnya klinik tanpa sertifikat atau klinik yang mempekerjakan ahli bedah yang tak memiliki kualifikasi.
Belum jelas bagaimana kondisi di klinik tempat Gao menjalani prosedur.
Dewan Negara China mengatakan pada bulan April bahwa mereka telah "mendeteksi tanda-tanda peningkatan pelanggaran" di seluruh negeri dan menegaskan kembali perlunya operasi kosmetik yang dilakukan oleh "staf medis berlisensi".
Namun, seperti yang dicatat situs berita Global Times, banyak warga China yang menganggap peraturan yang ada sebagai "kacau", belum lagi sulit untuk ditindaklanjuti, mengingat pada 2019 "jumlah klinik operasi plastik yang tidak memenuhi syarat melebihi 60.000… enam kali lipat dari klinik biasa."
Berita Terkait
-
Dituding Pasang Piercing Pasca Operasi Hidung, Ria Ricis Akhirnya Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Dihujat, Ria Ricis Jelaskan Oplas Hidung karena Lelah Pakai Obat
-
Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama
-
Ria Ricis Akhirnya Akui Oplas Hidung, Sekalian Biar Makin Cantik
-
Apakah Operasi Sinus Bikin Mancung? Ramai Dibahas gegara Hidung Baru Ria Ricis
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan