Suara.com - Terkesan mirip dan sering disebut bersamaan, sebenarnya apa pengertian qanaah dan tasamuh?
Dalam bermasyarakat, pasti akan menimbulkan berbagai macam jenis emosi, termasuk salah satunya ialah iri. Perasaan itu sesungguhnya adalah perasaan yang lumrah terjadi pada manusia, tapi hal itu bisa merugikan diri sendiri dan orang disekitar jika sampai menjadi konflik baik dalam keluarga atau dengan lingkungan.
Oleh karenanya kita perlu mengendalikan diri. Dalam hal pengendalian diri ini, dalam Islam ada tuntunan filosofi hidup bernama Qanaah dan Tasamuh.
Berikut pengertian Qanaah dan Tasamuh untuk dicermati dan dipertimbangkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Qanaah
Qanaah adalah sikap menerima dan merasa cukup dengan apapun yang telah dimiliki dan menjauhkan diri dari sikap tidak puas atau merasa kurang hingga berlebihan dalam memiliki suatu barang.
Orang yang bersikap Qanaah dapat bersikap realistis, dia tidak bermalas-malasan lalu menginginkan barang orang lain secara gratis. Dia mampu bersemangat dalam hidup untuk meningkatkan kesejahteraannya. Ketika kerja kerasnya belum mencapai hasil ( kekayaan ) mereka tetap berlapang dada.
Sifat seperti ini harus dilatih. Ada disipilin terhadap diri sendiri yang ahrus diterapkan. Ketika seseorang memiliki dan mempraktikan sifat Qanaah dia akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:
- Memiliki kestabilan dalam dirinya
- Merasakan ketentaraman dalam hati
- Memiliki dinamisator dalam dirinya
- Memiliki kekuatan sejati untuk bekerja mewujudkan cita-cita di jalan yang benar
- Terhindar dari sifat-sifat yang merendahkan martabatnya sendiri
- Terhindari dari rasa kekurangan dan kekhawatiran
- Memiliki hati yang sabar dan penuh ketabahan
- Mendapatkan rasa kebahagiaan sejati
- Memiliki jiwa yang tenang dan tentram
Baca Juga: Doa Setelah Sholat, Lengkap dengan Artinya
Tasamuh dapat disamakan dengan dapat memiliki rasa toleransi. Tasamuh adalah sikap dapat menghargai, menghormati, dan memperhatikan perasaan orang lain.
Hal itu dapat dirasakan dari cara seseorang menjaga ucapan, perbuatan, dan menjaga aib orang lain. Sikap Tasamuh yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari dapat membuahkan sifat rendah hati, sangat humble dengan orang-orang di sekitar, dan tidak membeda-bedakan dalam pergaulan.
Dia dapat berbaur dengan siapa saja di mana saja. Sikapnya juga terbuka dengan berbagai macam kemungkinan. Ketika seseorang dapat mempraktikkan sikap Tasamuh atau toleransi, ia akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:
- Memiliki tali persaudaraan yang kuat dengan orang di sekitarnya, bahkan sekalipun tidak memiliki hubungan darah.
- Memiliki kemampuan utuk mempererat tali kesatuan dan persatuan lingkungannya.
- Dapat menghindarkan dirinya dan lingkungannya dari perpecahan dan permusuhan.
- Dapat menciptakan lingkungan harmonis, di mana ada sikap saling mengakui dan menghargai keberadaan orang yang berbeda darinya
- Dapat merasakan kebahagiaan sejati ketika mampu hidup tolong menolong dengan lingkungan sekitarnya
- Mampu menempatkan diri dalam segala situasi yang dialami orang lain.
Demikian pengertian Qanaah dan Tasamuh yang jika disatukan dan dipraktikkan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-harinya, dia akan memiliki keunggulan dalam berbagai sisi, spiritual, mental, persaudaraan, dan lain sebagainya. Keduanya juga dapat membuat seseorang bertahan dalam berbagai situasi krisis.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun