Suara.com - Ketua Sub Bidang Edukasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, mengungkapkan jumlah pelajar positif corona sudah mencapai 98.867 orang, 508 jiwa diantaranya meninggal dunia selama pandemi Covid-19.
Harris merinci jumlahnya pada usia 0-2 tahun (PAUD) ada 13.120 orang, 3-6 tahun (TK) 14.333 orang, 7-12 tahun (SD) 30.265 orang, 13-15 tahun (SMP) 18.461 orang, dan 16-19 tahun (SMA) 22.688 orang. Totalnya menjadi 98.867 orang.
"Dari populasi anak didik kita usia 0-19 tahun itu sebaran kasusnya sebenarnya sangat rendah, hanya 9,15 persen," kata Harris dalam webinar Tetap Asik Sekolah di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (19/2/2021).
Sementara angka kematian anak usia 0-2 tahun (PAUD) ada 179 orang (1,36 persen), 3-6 tahun (TK) 52 orang (0,36 persen), 7-12 tahun (SD) 52 orang (0,35 persen), 13-15 tahun (SMP) 67 orang (0,36 persen), dan 16-19 tahun (SMA) 104 orang (0,46 persen), total 508 jiwa.
"Penyebaran paling banyak di baduta (bayi dua tahun), tentu ini bukan hanya sekadar covid, ada variabel penyakit lain sebelum covid seperti stunting, kurang gizi, sehingga mortality ratenya tinggi," ucapnya.
Meski begitu, menurut Harris hal ini masih terkendali sebab angka kematiannya masih rendah, dan ada 83.707 orang yang sembuh.
"Jadi sangat rendah, jadi di beberapa negara mereka tidak ambil pusing, kegiatan persekolahan tetap jalan, yang harus dijaga itu justru kesehatan para guru dan tenaga pendidikannya," jelasnya.
Harris menegaskan angka rendah ini bukan berarti mengabaikan keselamatan pelajar selama pandemi, sebab aspek keselamatan dan kesehatan adalah hukum tertinggi.
Baca Juga: Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi