Suara.com - Kementerian Sosial akan mendapatkan sejumlah barang Hadiah Tidak Tertebak (HTT) dan barang undian yang belum diambil oleh pemenangnya. Hal tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1954 Tentang Undian.
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini mengatakan, barang-barang yang akan dilelang itu berupa mobil mewah jenis Rolls Royce Type Ghost tahun 2012 hingga puluhan emas batangan dengan nilai bervariasi.
Total ada 9 unit mobil, 50 batang emas, hingga 27 unit sepeda motor. Risma menyampaikan, barang-baeang tersebut diserahkan ke Kementerian Sosial dan kemudian digunakan untuk kegiatan sosial.
"Nah ini ada 9 mobil kemudian sepeda motor ada 27 kemudian ada emas beberapa," ujar Risma saat meninjau barang di salah satu gudang penyimpanan di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021).
Risma mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait hal ini. Nantinya, penggunaan barang lelang tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
"Karena kemarin saya sampaikan ke Bapak Presiden kalau itu untuk membantu masyarakat yang terkena bencana termasuk yang rumah-rumah nya hancur karena bencana," sambungnya.
Risma menyebut, mobil Rolls- Royce itu merupakan barang undian dari maskapai penerbangan Batik Air. Mobil tersebut rencananya akan dilelang senilai Rp8,3 miliar di balai lelang.
"(Roll - Royce) itu undian dari Batik Air. Ya kami lelang umum itu harga perolehannya ini Rp. 8,3 Miliar, harga perolehan saat tahun itu, nanti kita lihat hasil lelangnya ini yang Roll Royce saja," jelas eks Wali Kota Surabaya tersebut.
Risma menerangkan, setiap barang yang akan dilelang mempunyai harga perolehannya masing-masing. Namun, nantinya akan ada proses Apprisal -- pemberian nilai berupa angka dan penaksiran atas benda nyata -- dalam pelelangan barang-barang tersebut.
Baca Juga: Survei: Kerja Menhan Prabowo Subianto Memuaskan, Risma di Bawah Sandiaga
"Kemudian masing-masing ada harga perolehannya, tapikan nanti kita apprisal saat mau lelang jadi harus ada Apprisal-nya saya minta apprisal umum harganya memang harga sesuai pasal," beber dia.
Risma melanjutkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR untuk membangun perumahan di daerah yang terdampak bencana. Dia menyebut, proses lelang rencananya akan dimulai pada Maret 2021 mendatang.
"Ini sudah saya ajukan, mohon izin ke Bapak Presiden dulu kemudian setelah itu kami proses lelang, mudah-mudahan awal bulan Maret bisa mulai dilelang," beber Risma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami