Suara.com - Sejumlah lansia atau orang tua berbondong-bondong mendatangi gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk mengikuti vaksinasi covid-19. Namun, sejumlah warga terpaksa pulang tak bisa ikut lantaran termakan pesan hoaks.
Hal itu salah satunya dialami oleh Wato, seorang lansia berumur 70 tahun terpaksa pulang kembali ke rumahnya lantaran tak memenuhi persyaratan vaksinasi akibat pesan hoaks yang diterimanya.
Wato menjelaskan, awalnya ia menerima sebuah pesan berisi informasi vaksinasi untuk lansia yang digelar di BBPK Jakarta. Pesan itu merupakan pesan terusan di aplikasi Whatsapp.
"Saya dapat pesan (info vaksinasi) dari pesan terusan di WA. Pesannya saya baca tentang adanya vaksin di sini. Bawa aja KTP DKI katanya gitu," kata Wato ditemui di lokasi, Rabu (3/3/2021).
Usai menerima pesan tersebut Wato pun bergegas dari rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur dengan berkendara motor sendirian. Namun, sesampainya di lokasi, petugas menyatakan Wato tak memenuhi syarat. Lantaran yang diutamakan vaksin hari ini harus ber-KTP Jakarta Selatan.
"Saya dari rumah di Duren Sawit menggunakan sepeda motor sendiri ke sini. Tapi sama petugas tadi katanya harus KTP Jakarta Selatan ya sudah lah," tuturnya.
Kendati begitu, Wato mengaku pasrah belum bisa mengikuti vaksinasi hari ini. Ia mengaku akan menerima pesan soal info vaksinasi secara hati-hati.
"Ya nggak apa-apa, saya mah apa adanya. Saya pulang lagi," tandasnya.
Pesan Hoaks
Baca Juga: Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta
Sebelumnya sebuah unggahan video yang memperlihatkan proses vaksinasi untuk lansia atau orang tua yang di lakukan di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan viral lantaran telah terjadi antrean mengular para pesertanya.
Terungkap fakta bahwa kejadian antrean tersebut terjadi diduga karena adanya informasi hoaks yang tersebar di aplikasi Whatsapp.
Kemenkes sendiri telah memberikan klarifikasi atas kejadian antrean tersebut. Klarifikasi disampaikan melalui Twitter yang menyampaikan kejadian tersebut terjadi akibat adanya pesan hoaks.
"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA yang beredar," cuit akun @KemenkesRI seperti dilihat Suara.com, Rabu (3/3/2021).
Kemenkes menjelaskan, bahwa faktanya lansia yang menerima vaksin hanya yang berdomisili dan ber-KTP di DKI Jakarta. Peserta juga harus terlebih dulu mendaftar pada link dki.kemenkes.co.id.
Adapun Kemenkes mengklaim, antrean yang terjadi akibat hoaks tersebut dapat dikendalikan usai 2 jam. Petugas kemudian diturunkan untuk mengatur ketertiban.
"Dalam kurun waktu dua jam, kondisi tersebut sudah dapat terkendali, dan keadaan Kembali normal. Antrian di luar yang tadinya mencapai 125 meter, kemudian berkurang menjadi 50 meter," lanjut cuitan Kemenkes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno