Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Advokasi dan Keadilan Aceh (AKA) mendesak kepolisian di Nagan Raya Aceh agar mengusut dan mengungkap secara tuntas kasus kematian Rezeki Simanullang, seorang pekerja asal Sumatera Utara, di lokasi proyek PLTU 3-3 Nagan Raya.
“Kami meminta kepolisian dan dan Kementerian Ketenagakerjaan agar mengusut kasus kematian pekerja di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya secara tuntas, agar kasus serupa ke depan tidak lagi terjadi,” kata Koordinator YLBH AKA Kabupaten Nagan Raya Aceh Ikhsanuddin di Suka Makmue, Minggu (14/3/2021).
Menurutnya, Rezeki Simanullang sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan di lokasi proyek pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya di kawasan Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, pada Kamis (11/3), setelah bagian kepalanya tertimpa besi tiang pancang di lokasi proyek.
Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya berteduh di samping paku bumi di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya, yang berdekatan dengan mesin alat pemasang paku bumi yang sedang bekerja dengan jarak sekitar lima meter.
Pihaknya juga berharap kasus kematian pekerja tersebut agar diusut secara tuntas, apakah penerapan standar kecelakaan dan keselamatan kerja (K3) bagi seluruh pekerja di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya Aceh sudah sesuai dengan standar pemerintah atau belum.
Ikhsanuddin menegaskan, sesuai Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 1/1970 Huruf a tentang Keselamatan Kerja disebutkan bahwa keselamatan kerja antara lain berupa tindakan mencegah dan mengurangi kecelakaan.
"Disini sekali lagi kami mempertanyakan apakah penyebab kejadian kecelakaan itu atas dasar kelalaian ataupun murni kecelakaan kerja, kalau kejadian itu memang betul pelanggaran K3, maka kasus ini harus ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Mahfud kepada ANTARA, mengatakan kasus kematian pekerja di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya saat ini sedang diselidiki pihak kepolisian setempat.
“Sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Kasat Reskrim AKP Mahfud di Suka Makmue.
Baca Juga: Karyawan Pabrik di Gresik Tewas Tertimbun Serbuk Kayu, Begini Kondisinya
Menurutnya, akibat kejadian tersebut, pekerja yang beralamat di Desa Sinambela Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara meninggal dunia.
Ia juga menegaskan, dalam kasus tersebut penyidik sudah mengamankan sejumlah barang bukti guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kasus ini sudah kita selidiki guna memastikan penyebabnya, apakah terdapat unsur kelalaian atau kesengajaan, kami masih menyelidikinya,” kata AKP Mahfud menegaskan. (Antara)
Berita Terkait
-
Rentetan Kecelakaan Kerja di Galangan PT ASL Shipyard Kembali Terjadi, Polisi Turun Tangan
-
Kapal Tanker MT Federal II Kembali Terbakar di Batam, 10 Pekerja Tewas
-
Pekerja Tewas Tertimpa Tower Musala di Bekasi, Damkar Kesulitan Evakuasi Korban Gegara Terkubur Reruntuhan Beton
-
Tragis! Tower Musala di Bekasi Ambruk Tewaskan 1 Pekerja, Lainnya Luka-luka
-
Dua Pekerja Tertimpa Longsoran Tanah di Duren Sawit, Korban Tewas Ditemukan Pertama Dalam Keadaan Jongkok
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes
-
Habiburokhman Jawab Kritik Mahfud MD: Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Demi Redam Friksi
-
MPLS Sekolah Rakyat Digelar Empat Gelombang, Gus Ipul: Tiap Titik harus Aman dan Nyaman
-
Skandal Rp34,6 T Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Bakal Tuntas atau Mandek di Kejagung?
-
Kasus Febrie Diserahkan ke Kejagung Jadi Sorotan, DPR: Kita Pantau Lewat Panja, Disupervisi KPK
-
PERADI Profesional Ingatkan DPR, RUU HPI Harus Jaga Kedaulatan Nasional di Tengah Arus Global
-
KPK Pantau Kasus Febrie Adriansyah, Yakin Kejagung Profesional Usut Eks Jampidsus
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong