Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut pemerintah telah mengajak seluruh pihak untuk mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19 yang tengah gencar dilakukan.
Hal itu dikatakan Wiku sekaligus menanggapi masukan dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang menyebut pemerintah harus melibatkan tokoh-tokoh yang berseberangan secara politik, seperti Habib Rizieq Shihab untuk menjadi influencer vaksinasi.
"Pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi nasional," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (23/3/2021).
Wiku menyebut program vaksinasi sejauh ini masih berjalan sesuai dengan rencana. Tercatat sudah ada 5 juta orang lebih yang divaksin dengan rincian 5.732.310 orang menerima dosis pertama, dan 2.494.422 orang dosis kedua.
"Pemerintah berterima kasih atas kerjasama berbagai pihak yang telah terjalin selama ini dalam mensosialiasikan program vaksinasi nasional," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan pemerintah perlu menggandeng sejumlah tokoh yang berseberangan untuk masyarakat mau divaksin tanpa memikirkan pandangan politik sempit.
"Saya mengusulkan Habib Rizieq Shihab pun kalau perlu jadi influencer vaksinasi, karena ini supaya orang tidak melihat ini isu politik, tapi ini isu bersama," kata Burhanuddin.
Burhanuddin pun menilai, pemerintah sudah sepatutnya mulai melibatkan peran-peran tokoh agama, terutama ulama demi mendukung program vaksinasi covid-19 nasional.
"Ini artinya isu kehalalan ini menjadi krusial, termasuk buat saya pemerintah harus lebih memaksimalkan peran dari tokoh ulama, tokoh agamawan. Jadi yang jadi influencer vaksin bukan hanya Raffi Ahmad," ucapnya.
Baca Juga: Viral Aksi Emak-emak Saat Sidang Habib Rizieq, Ngaku Saudara Kombes Polisi
Berita Terkait
-
Momen Rizieq Geram di Sidang, Sebut Jaksa Hina Imbauan Prokes Covid-19
-
Sebut Pengadilan Sesat, Amien: Jangan Sampai HRS Serukan Hayya Alal Jihad
-
Curhat ke Hakim, Rizieq: Pengawal Saya Dibunuh, Organisasi Saya Dibubarkan
-
Viral Aksi Emak-emak Saat Sidang Habib Rizieq, Ngaku Saudara Kombes Polisi
-
Update 23 Maret: Tambah 5.297, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 1.471.225
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Bisa Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
-
DPR Desak Proses Pidana Oknum Brimob dalam Kasus Tewasnya Pelajar di Maluku Tenggara
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?