Suara.com - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener meminta Dewan Keamanan (DK) mengambil tindakan di tengah krisis yang semakin memburuk setelah kudeta 1 Februari.
Burgener memperingatkan risiko perang saudara dan pertumpahan darah yang semakin besar di tengah protes anti-kudeta yang telah menewaskan ratusan orang.
Dalam sesi tertutup yang diisi 15 anggota dewan, ia mengatakan para jenderal yang merebut kekuasaan tak mampu mengelola negara. Myanmar berada diambang perpecahan karena Situasi semakin memburuk.
"Pertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif," katanya seperti yang dilaporkan Al Jazeera Kamis (01/04).
"(Pertimbangkan untuk) melakukan apa yang benar, apa yang layak diterima rakyat Myanmar dan mencegah bencana multidimensi di jantung Asia," lanjutnya.
Ia mengatakan dewan juga harus mempertimbangkan tindakan yang berpotensi signifikan untuk membalik jalannya peristiwa karena pertumpahan darah sudah dekat.
Inggris juga meminta pertemuan Dewan Keamanan sebagai tanggapan atas kekerasan yang meningkat.
"Tindakan kekerasan oleh militer ini sama sekali tidak dapat diterima dan membutuhkan pesan yang kuat dari komunitas internasional," kata Duta Besar Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Barbara Woodward, dalam jumpa pers virtual setelah sesi dewan.
"Dewan Keamanan harus memainkan perannya dalam tanggapan internasional," tambahnya.
Baca Juga: Kudeta Militer Myanmar: 100 Orang Tewas dalam Sehari
Linda Thomas-Greenfield, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, mencatat bahwa AS telah memberlakukan sanksi, memberikan perlindungan sementara kepada rakyat Myanmar di AS dan meningkatkan bantuan kepada masyarakat sipil.
AS akan berbuat lebih banyak, dia berjanji dalam serangkaian posting di Twitter dan mendesak orang lain untuk mengikutinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jokowi Dicap Tak Konsisten Soal UU KPK: Dulu Biarkan Novel Disingkirkan, Kini Menyesal?
-
Kejagung Bantah Ada Temuan Uang Senilai Rp920 Miliar saat Geledah Rumah Pejabat Pajak
-
DPR Bongkar Fakta Pembahasan UU KPK, Jokowi Mau 'Cuci Tangan'?
-
Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Ramadan, Warga DIY Diimbau Tidak Padusan di Pantai dan Sungai
-
Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama
-
Cak Imin Sebut Masih Ada Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Apa Alasannya?
-
Bawa Misi Palestina ke Board of Peace, Komisi I DPR Beri 3 Pesan Penting untuk Prabowo
-
Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP
-
Nyamar Pakai Batik dan Lanyard, Pencuri Spesialis Hotel Mewah Jakarta Akhirnya Ditangkap
-
Kemensos: 40 Ribu Peserta BPJS PBI Direaktivasi, 2 Ribu Beralih Bayar Iuran Sendiri