Suara.com - Kecelakaan dan penembakan terjadi di pos pemeriksaan keamanan dekat Capitol AS pada hari Jumat (02/04) siang. Serangan itu terjadi sekitar 91 meter dari pintu masuk gedung di sisi Senat Capitol.
Seorang saksi mata, Pendeta Patrick Mahoney, mengatakan bahwa dia sedang menyelesaikan kebaktian Jumat Agung di dekat TKP ketika mendengar tiga tembakan.
Menyadur ABC11 Sabtu (03/04), pelaku penyerangan menabrakkan mobil ke arah dua polisi yang sedang berjaga-jaga di luar Gedung Capitol.
Pengemudi mobil itu muncul dengan pisau di tangannya dan mulai berlari ke arah petugas, kata Penjabat Kepala Kepolisian Capitol Yogananda Pittman pada wartawan
Pihak berwenang menembak tersangka, yang kemudian meninggal di rumah sakit. Seorang petugas Kepolisian Capitol, William "Billy" Evans, juga tewas dalam aksi ini.
"Saya hanya meminta agar masyarakat terus menjaga Kepolisian Capitol AS dan keluarganya dalam doa-doa Anda," kata Pittman.
"Ini merupakan waktu yang sangat sulit bagi Polisi Capitol AS setelah peristiwa 6 Januari dan sekarang peristiwa yang terjadi di sini hari ini."
Pihak berwenang mengatakan tidak ada ancaman berkelanjutan, tapi Capitol AS diisolasi untuk sementara waktu sebagai tindakan pencegahan. Juga tidak dijelaskan, apakah ini berkaitan dengan kerusuhan 6 Januari.
Kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai Noah Green yang berusia 25 tahun. Penyelidik sedang menggali latar belakangnya dan memeriksa apakah dia memiliki riwayat kesehatan mental atau tidak.
Baca Juga: Pejabat Tingkatkan Keamanan Capitol Sejak Teori Konspirasi 4 Maret Meluas
Green menggambarkan dirinya sebagai pengikut Nation of Islam dan pendirinya, Louis Farrakhan. Ia bicara tentang mengalami masa sulit dan bersandar pada keyakinannya, menurut pesan terbaru yang telah dihapus.
"Sejujurnya beberapa tahun terakhir ini sulit, dan beberapa bulan terakhir ini lebih sulit. Saya telah dicoba dengan beberapa ujian terbesar dan tak terbayangkan dalam hidup saya," tulisnya.
"Saat ini saya menganggur setelah saya meninggalkan pekerjaan saya sebagian karena kesengsaraan, tetapi pada akhirnya, untuk mencari perjalanan spiritual."
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
KPK Optimis Ekstradisi Paulus Tannos Bakal Lancar, Meski Butuh Waktu Lama
-
Eks Teknisi Bobol Kabel Penangkal Petir 46 SPBU Shell, 7 Tersangka Ditangkap Kerugian Capai Rp1 M
-
Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota
-
KPK Ungkap Modus Baru Gratifikasi Hakim PN Depok, Rp 2,5 Miliar Disamarkan Lewat Money Changer
-
Akhir Damai Kasus Oknum TNI Aniaya Driver Ojol di Kembangan, Hasan: Pelaku Sudah Minta Maaf
-
Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
-
DPD RI Konsultasi dengan Menko Polkam, Dorong Kebijakan Nasional Berbasis Aspirasi Daerah
-
Antisipasi Manusia Gerobak Jelang Ramadan, Pemprov DKI Gencar 'Bersih-Bersih' PPKS
-
Menjaga Detak Masa Lalu: Kisah Kesetiaan di Balik Kios Pasar Antik Jalan Surabaya Menteng
-
Kemensos Fokus Salurkan Stimulus Bansos bagi Masyarakat Rentan Menyambut Ramadan