- Kasus penganiayaan oknum anggota TNI terhadap pengemudi ojek online (Hasan) di Kembangan, Jakarta Barat, diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Kepolisian pada Senin malam.
- Pelaku telah mengakui memukul Hasan menggunakan benda tumpul, meminta maaf, serta memberikan ganti rugi dan biaya pengobatan kepada korban.
- Pemicu utama insiden adalah emosi pelaku karena kelelahan dan menunggu tukang pijat langganan istrinya yang salah lokasi akibat kendala aplikasi.
Suara.com - Kasus oknum anggota TNI yang menganiaya seorang pengemudi ojek online bernama Hasan (26) di Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya berujung damai.
Perselisihan keduanya diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Kepolisian pada Senin (9/2) malam.
Langkah mediasi ini diambil sebagai jalan keluar setelah insiden tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial dan mendapat perhatian luas dari masyarakat di kota-kota besar.
"Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah clear (jelas), damai di tempat," kata Hasan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi titik balik dari ketegangan yang sempat terjadi antara warga sipil dan oknum aparat di wilayah Jakarta Barat.
Hasan pun telah mencabut laporan dan memilih memaafkan pelaku. Dalam pertemuan itu, pelaku juga mengakui kesalahannya telah memukul Hasan menggunakan benda tumpul.
Pengakuan ini menjadi bagian penting dalam proses mediasi yang berlangsung di kantor polisi tersebut.
"Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga," kata Hasan sebagaimana dilansir Antara.
Pemberian ganti rugi dan biaya pengobatan tersebut diterima oleh Hasan sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata dari pihak pelaku atas tindakan kekerasan yang telah dilakukan.
Baca Juga: Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
Hasan menyampaikan, pelaku melakukan penganiayaan karena emosi lantaran saat insiden istrinya sedang sakit.
Kondisi psikologis pelaku yang sedang dalam tekanan akibat masalah keluarga menjadi pemicu utama terjadinya tindakan di luar kendali tersebut.
"Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit," ungkap Hasan.
Pengemudi ojek online (ojol) itu menjelaskan, penumpang bernama Nur yang saat itu ia antar ternyata adalah tukang pijat langganan istri pelaku.
Keberadaan Nur di lokasi tersebut memang bertujuan untuk memberikan perawatan kepada istri pelaku yang sedang tidak sehat.
"Jadi beliau Ibu Nur ini yang saya antar adalah tukang pijit langganan dari istrinya. Istrinya sedang sakit," kata dia.
Berita Terkait
-
Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Polres Magelang Kota Bantah Tudingan Salah Tangkap dan Penganiayaan Remaja Saat Demo Agustus
-
Viral Drama Tetangga di Jakbar: Tegur Drummer Berisik, Pria Ini Dicekik, Kini Saling Lapor Polisi
-
Terkuak! Bukan Paspampres, Pelaku Penganiaya Ojol di Kembangan Ternyata Anggota Denma Mabes TNI
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa