Suara.com - Kolam penampungan air limbah besar di dekat Teluk Tampa, Florida nyaris jebol. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Florida Ron DeSantis pada hari Minggu (04/04).
Menyadur VOA News Selasa, saat ini gubernur sedang berusaha mencegah runtuhnya kolam sambil mengevakuasi daerah tersebut untuk menghindari bencana.
Menurut informasi, kebocoran di reservoir pabrik fosfat tua tersebut berpotensi menyemburkan 340 juta galon air dalam hitungan menit, berisiko setinggi 6 meter.
"Apa yang kami lihat sekarang adalah mencoba untuk mencegah dan menanggapi, jika perlu, situasi bencana banjir yang nyata," kata DeSantis.
Pihak berwenang telah menutup sebagian dari Jalan Raya 41 AS dan memerintahkan evakuasi 316 rumah dengan beberapa keluarga ditempatkan di hotel-hotel lokal.
Penjara lokal yang jaraknya 1,6 kilometer dari kolam seluas 33 hektar itu tidak dievakuasi, tapi petugas narapidana dan staf bergeser ke lantai dua dan meletakkan karung pasir di lantai dasar.
Administrator Wilayah Manatee Scott Hopes mengatakan bahwa daerah tersebut dapat ditutupi dengan air antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter dan lantai dua berada 10 kaki di atas tanah.
Pejabat kabupaten mengatakan air sumur tetap tidak terpengaruh dan tidak ada ancaman terhadap Danau Manatee, sumber air minum utama di daerah itu.
Departemen Perlindungan Lingkungan Florida (DEP) mengatakan air di kolam pada dasarnya adalah air asin yang dicampur dengan air limbah dan air hujan.
Baca Juga: Dokter dari Sulawesi dan Jawa Dikerahkan Bantu Korban Banjir di NTT-NTB
Ini memiliki tingkat fosfor dan nitrogen yang tinggi dan bersifat asam, tetapi tidak menjadi racun, kata badan itu.
Kru telah membuang air sejak kolam mulai bocor pada akhir Maret. Pada hari Jumat, kebocoran signifikan terdeteksi dan mendorong evakuasi pertama dengan pernyataan keadaan darurat pada hari Sabtu.
Sebagian dinding bendungan di waduk bergeser, membuat para pejabat berpikir bahwa keruntuhan dapat terjadi kapan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual